Oleh Lela Susanti 
               (Pemerhati Masyarakat)


​Lagi dan terjadi lagi, 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. BNNP Jawa Timur mendapati bukti di sebuah jalan bernama "Kunti". Wilayah tersebut dijuluki kampung narkoba karena adanya benteng-benteng kecil dari terpal yang kerap dijadikan tempat transaksi sekaligus arena pesta sabu (detik.com, 14 November 2025). Fenomena ini sungguh miris, remaja kita tampak telah kehilangan kompas keimanan dan kebahagiaan sejati, sehingga mereka begitu mudah terjebak dalam jerat kenikmatan semu (fly).

​Remaja dan pelajar kini telah menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba yang tidak mengenal belas kasihan. Jika keberadaan kampung-kampung narkoba ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka masa depan generasi muda benar-benar berada di ambang malapetaka. Inilah saatnya keluarga hadir bukan sekadar penyokong materi, tetapi pemberi bimbingan moral dan pembentuk akhlak yang kokoh bagi anak-anak mereka.

​Kerapuhan mental remaja saat ini sering kali berakar dari ruang hampa di dalam rumah. Ketika komunikasi antara orang tua dan anak hanya sebatas pemenuhan fasilitas fisik, jiwa anak menjadi kering dan mencari pelarian di luar sana. Lingkungan yang toksik seperti "Kampung Kunti" hanyalah satu dari sekian banyak pintu menuju kehancuran yang terbuka lebar saat benteng ketahanan keluarga mulai retak dan kehilangan fungsinya sebagai madrasah pertama.

​Kegagalan Sistemis dan Lemahnya Pengawasan

​Masalah peredaran narkoba ini bersifat sistemis dan kian merajalela. Hal ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dari pihak negara maupun kontrol sosial masyarakat. Dalam pusaran sistem hari ini, narkoba seolah menjadi komoditas yang sulit diberantas tuntas karena akar masalahnya tidak pernah disentuh. Oleh karena itu, penerapan syariat Islam secara kafah merupakan kebutuhan yang mendesak, karena hanya aturan Allah yang mampu menyelesaikan persoalan manusia hingga ke akarnya, termasuk dalam memutus rantai narkoba.

​Dalam perspektif Islam, negara memiliki kewajiban mutlak untuk memproteksi remaja agar mereka merasakan kebahagiaan hakiki yang membimbing pada kesejahteraan jiwa dan raga. Pemimpin dalam Islam bertanggung jawab penuh mengurusi urusan umat (ri’ayatu su’unil ummah) dan harus berdiri di garda terdepan guna melindungi rakyat dari berbagai bentuk penjajahan, baik penjajahan fisik maupun perusakan pemikiran melalui barang-barang haram.

​Negara yang berlandaskan syariat Islam tidak akan membiarkan pintu-pintu kemaksiatan terbuka sedikit pun atas nama kebebasan atau keuntungan ekonomi. Hukum yang tegas dan menjerakan akan diberlakukan bagi para bandar, sementara kurikulum pendidikan akan diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam yang kuat. Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah dan lingkungan masyarakat dilakukan secara sistematis, sehingga ruang gerak bagi peredaran racun dunia ini benar-benar tertutup rapat.

​Mewujudkan Perubahan Berdasarkan Syariat Allah

​Kemungkaran tidak boleh dibiarkan tumbuh subur di tengah masyarakat. Penguatan nilai keimanan harus diintegrasikan dalam seluruh lini kehidupan. Ketika syariat Islam diterapkan, setiap individu muslim dituntut untuk peka terhadap fakta yang terjadi di sekitarnya, kemudian memecahkan masalah tersebut dengan tolok ukur wahyu. Perubahan yang dilakukan pun harus mendasar dan berasaskan ideologi Islam, tanpa berkompromi dengan situasi atau kondisi yang menyimpang dari aturan Allah.

​Setiap perkara yang bertentangan dengan syariat wajib dihilangkan, sementara segala perintah Allah harus diupayakan untuk tegak secara nyata. Kaum muslim tidak boleh menyesuaikan tindakannya dengan tuntutan zaman yang salah arah, tetapi harus selalu merujuk pada Kitabullah dan Sunah Rasulullah.
 
Menghadirkan Islam di tengah umat berarti menerapkan syariat dalam seluruh aspek kehidupan, demi menyelamatkan generasi dari kehancuran moral. ​Kesadaran kolektif untuk kembali pada aturan syarak adalah kunci untuk mencabut akar malapetaka ini. Tanpa adanya perubahan sistemis yang dilandasi ketakwaan, remaja kita akan terus menjadi tumbal dari kerakusan para pengedar narkoba dan kelalaian sistem yang ada saat ini. Sudah saatnya kita memutus rantai gelap ini dengan cahaya Islam yang menyeluruh demi menjaga nyawa dan masa depan generasi penerus bangsa.

​Wallahualam bissawab. []

1 تعليقات

  1. Masa depan dan keberlangsungan anak-anak harus menjadi perhatian kita,tulisan ini menyadarkan betaoa rentannya mereka ketika tidak diberikan pondasi_keimanan yang kuat. Tidak cukup peran orangtua, tapi perlu dukungan berupa penerapan aturan islam di masyarakat terutama dari negara dalam pembentukan dan penguatan keimanan anak_anak, umumnya semua umat.

    ردحذف

إرسال تعليق

أحدث أقدم