Oleh Tjandra Sari Sutisno, M. Pd
(Ibu rumah tangga)
Awalnya, jujur hati ini tidak bisa bohong, pandangan pertama membuat tidur resah makan juga enggan. Begitu indah semua terasa, ingin rasanya bertemu selalu. Perkenalan pun tak terelakkan, pertemuan ada saja tak terduga. Dan lain sebagainya, dua insan (laki-laki dan perempuan) berbeda membuat tautan lebih bermakna. Saling memadukan persamaan dan menyatukan perbedaan, seolah-olah tanpa arti yang terpenting selain getaran suka, senang atau bahagianya perjumpaan itu.
Berjalan terus dilalui hingga ada yang namanya "serius" tapi ada juga harus kandas tengah jalan, dengan segudang dalih orang ke tiga lah tidak menemukan titik terang dan masih banyak alasan lain. Padahal sudah melakukan hal-hal terlarang, bahkan maksiatpun diterjang. Naudzubillah..
Fenomena
Mengerikan sekali bukan, yah sekelumit cerita muda mudi masa kini. Asyiknya dalam lingkaran kelam, tak perduli malaikat dikanan dan kiri mencatat. Itulah sekian rasa, tahapan interaksi tanpa aturan Islam. Yang ada hanya keinginan nafsu belaka, tidak melihat bagaimana kelak di akhirat. Dampak akibat buruk seperti apa, dosa kecil atau besar. Berfikirkah sampai ke sana, wahai jiwa yang memiliki akal sehat. (Detik.com 20 Maret 2025)
Keseriusan hubungan membuat semuanya menjadi jelas, status atau lingkungan dan keluarga khususnya. Diri ini merasa tentram, tidak hanya sekedar teman biasa atau mainan semu belaka. Astaghfirullah... Bagaimana rasanya, ketika hati disakiti atau ada perselingkuhan. Terus perbuatan dosa lainnya menggunung, bergelora disana menumpuk hingga tak terbendung. (Tribunnews.com 05/03/2023)
Jiwa ini pada dasarnya bersih, suci dan bening tanpa noda. Jadi jangan kotori hal keburukan, perbuatan hina hingga hitam pekatnya dosa. Namun ketika niat baik, untuk menjalin kasih menuju akhirat kelak maka genggamlah ia. Berjalan bersama, satukan dalam bingkai keimanan hanya kepada Allah Ta'ala.
Islam Rahmatan Lill'alamin
MasyaAllah lengkap nya islam, membuat hukum begitu sempurna. Pencipta kita, tahu mana kekurangan dan kelebihan manusia, termasuk bagaimana manusia berpasangan ikhwan dan akhwat. Tata cara sebelum menikah, setelah menikah bahkan mendidik buah hati dan masih banyak hal lain terkait jutaan ilmu Islam ini.
Islam bukan hanya sekedar agama, tapi ideologi yang memancarkan cahaya menerangi alam semesta. Dari segala lini kehidupan, semua bisa terpecahkan oleh aturan Allah Rabbal 'alamin. Maka mengapa kalian ragu, ingkar kepada ketetapanNYA.
Membersamaimu sekian tahun, penuh warna lika liku kehidupan. Susah dan senang bersama, mengarungi indahnya bahtera rumah tangga. Kehadiran pujaan hati, ibadah bareng-bareng, bekerja atau ada karier amanah/akad disekolah kemudian bangun/renovasi rumah dan banyak cerita lain. Tidak mudah memang, semua butuh pengorbanan baik waktu maupun tenaga/pikiran.
Sabar kerap kali, hadir kala perdebatan itu dimulai. Perhatian harus selalu mengisi kehidupan ini. Komunikasi jalinan kasih, dipupuk hingga kelak berkeriput dan ajal menjemput. Kata-kata tinggallah sebuah kalimat, namun semuanya butuh kenyataan yang terjadi seperti apa. Motivasinya di sini adalah, hadapi dengan niat karena Allah Azzawajalla. InsyaAllah menjadi ringan, karena makna disitu adalah keikhlasan meminta perlindungan, kemudahan atas segala perjalanan rumah tangga.
Banyak hadis mengangkat kisah, perbuatan Rasulullah SAW kepada istrinya penuh kasih sayang, perhatian, dan tidak pernah membenci. Rasulullah SAW juga selalu berusaha untuk membantu istrinya, baik dalam pekerjaan rumah maupun dalam urusan lainnya. Beliau juga dikenal sebagai kepala rumah tangga yang baik, karena beliau selalu membantu istrinya dan meninggalkan pekerjaannya ketika tiba waktu shalat.
Wallahualam bissawab. []

إرسال تعليق