Oleh Rosmita
Aktivis Dakwah
Acara talkshow bertajuk Family Goals Pengemban Dakwah: "Ngaji Bersama, Berjuang Bersama" digelar pada tanggal 9 Ramadhan 1446 H atau bertepatan dengan tanggal 9 Maret 2025 di Mushalla Al Huda. Acara ini dipandu oleh Ukhti Vika sebagai host dan Ukhti Sumiyati sebagai moderator. Untuk menambah keberkahan sebelum memulai talkshow, ada Ummu Diaz yang melantunkan ayat suci Al Quran.
Adapun narasumber atau pembicara dalam talkshow tersebut adalah Ustazah Supini dan putrinya Ananda Salma. Ya sesuai dengan temanya, maka narasumber yang dihadirkan pun adalah keluarga pengemban dakwah.
Tujuan acara ini diadakan adalah agar para pengemban dakwah membangun sinergi dalam keluarganya. Sebab keluarga adalah support sistem yang paling kuat menopang keberhasilan dakwah.
Pembicara memaparkan bagaimana keberhasilan Rasulullah dalam membina keluarganya sehingga mampu menjadi garda terdepan yang menopang perjuangan dakwah Rasulullah. Istrinya Bunda Khadijah adalah orang yang pertama kali mengimani kerasulan Nabi Muhammad. Kemudian beliau mendukung dakwah Rasulullah sepenuhnya. Hartanya habis untuk menopang dakwah suaminya. Bahkan sebelum meninggal Khadijah berpesan kepada Rasulullah kalau seandainya diperlukan, ia rela tulang belulangnya digunakan untuk keperluan dakwah.
Kemudian putrinya Fatimah yang masih berusia anak-anak dengan lantang membela ayahandanya saat Rasulullah dilempari kotoran saat sedang shalat oleh Abu Jahal dan kawan-kawannya. Fatimah tidak hanya membersihkan kotoran unta dari punggung ayahandanya, tetapi juga menghampiri dan memaki Abu Jahal dan kawan-kawannya.
Kemudian Ali bin Abi Thalib sepupu Rasulullah yang masih belia, namun ia rela menggantikan posisi Rasulullah, tidur di ranjang Rasulullah agar Rasulullah dapat berhijrah ke Madinah dengan aman.
Itulah ketika Rasulullah berhasil membina orang-orang terdekatnya, maka mereka yang akan menjadi garda terdepan dalam menopang dan mendukung perjuangan Rasulullah.
Sebagai seorang pengemban dakwah sekaligus umat Nabi Muhammad sudah sepantasnya kita meneladani beliau. Berdakwah kepada orang-orang terdekat kita terutama keluarga agar mereka menjadi support sistem dalam perjuangan dakwah kita.
Hal ini sesuai dengan ayat Al Quran yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras". (QS. At Tahrim: 6)
Pembicara juga menjelaskan bagaimana membangun militansi dakwah dalam keluarga yaitu dengan membangun kesadaran berpikir bahwa dakwah adalah wajib maka sudah seharusnya kita menjadikan dakwah sebagai poros hidup. Selain itu, memberikan keteladanan yang baik juga akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan militansi anak.
Agar keluarga berjalan harmonis dan saling bersinergi dalam dakwah, maka setiap anggota keluarga harus menyadari hak dan kewajiban masing-masing kemudian menjalankannya.
Semoga dengan adanya acara ini semakin menyadarkan dan memotivasi para pengemban dakwah agar lebih optimal lagi dalam berdakwah terutama kepada keluarganya. Bagaimana mereka bisa berjuang bersama, jika ngaji bersama saja mereka tidak mau? Yang ada bukannya keluarga menjadi penopang dakwah, tapi malah menghambat dakwah. []

إرسال تعليق