Oleh
Tjandra Sarie Astoeti Sutisno, M. Pd
Penyayang Kucing
Manusia adalah mahluk yang Allah SWT ciptakan, dengan segala kesempurnaannya termasuk Naluri/gharizah nau, yaitu rasa suka, senang/bahagia, kasih sayang, mencintai dan ingjn melestarikan keturunan. Melampiaskan hobinya tersebut berbeda-beda bisa dengan jalan-jalan, belanja juga, bermain bersama hewan kesayangan, mahluk Allah Ta'ala yang lain seperti tanaman/pohon atau benda mati (boneka, tas, sepatu dan lain-lain).
Bagaimana akal berfikir menyalurkan nalurinya. kepada siapa, rasa senang/bahagia ini ditumpahkan sehingga tidak menimbulkan kemudharatan bagi dirinya untuk akhirat kelak, ataupun lingkungan sekitarnya. Karena itu semua tidak akan terlepas satu sama lain, saling terikat bak lingkaran kehidupan ini. Apa yang kita tanam, maka kelak akan kita petik hasilnya, masya Allah.
Kucing hewan yang lucu, khas dengan segala gerak-geriknya seperti garuk-garuk badannya, jalannya juga bak cat work lirik kanan kiri mencari sesuatu, hmmm menjilat-jilat dan masih banyak hal lain. Tingkah pola nya ada aja, terkadang buat ketawa, gemesin atau bahkan ada yang benci. Tergantung bagaimana menyikapi hal ini, sudut pandang mana yang ingin di ambil.
Hewan yang 95% memiliki gen sama dengan harimau ini, tidak bisa merasakan manis. Kucing bila berlari sangatlah kencang, dan bisa berkeringat juga lho namun tertutup oleh bulu-bulunya yang lebat. Kucing juga dapat melompat sejauh 6 kali panjang badannya, masyaAllah ya luar biasa sang maha pencipta. (Gramedia.com, 3/11/2021)
Fenomena
Sebagai penyuka kucing, sedih/miris rasanya masih banyak di luar sana yang semena-mena memperlakukan kucing. Pada laman sebuah website beberapa bulan lalu beredar video: Sering Buang Air di Pekarangan, Kucing Ditembak Hingga Kejang. Motif penembak kucing di Kelapa Gading, karena kesal mobil sering dikencingi. (Cnnindonesia, 24/1/2025)
Infonya di homepage yang sedang viral "Tembak Kucing Sampai Mati", Pria di Kelapa Gading Timur Ditangkap Polisi. Artikel ini telah diterbitkan di halaman salah satu homepage oleh Sucipto (50) dengan judul "Tembak Kucing Sampai Mati, Pria di Kelapa Gading Timur Ditangkap Polisi". JAKARTA - Aksi pria berinisial DD (45) yang menembak kucing dengan senapan angin hingga mati beredar luas di media sosial (medsos). Saat ini pelaku, sudah ditangkap untuk dimintai keterangan. Namun apakah hanya sampai disitu, bagaimana kelanjutanya berita ini masih simpang siur. (Sindonews, 23/1/2025)
Islam Rahmatan Lil'alamin
Di dalam Islam, kucing dinilai sebagai hewan yang suci/bersih, dihormati, dan disayangi. Kucing juga dikaitkan dengan hewan yang sering menjilat badannya (seperti mandi). Islam memandang hewan ini; Diizinkan masuk ke rumah dan masjid, termasuk Masjid al-Haram. Kucing juga merupakan perhiasan rumah tangga. Kucing tidak najis. Air bekas minum kucing tetap suci dan bisa digunakan untuk berwudu.
Memelihara kucing hukumnya boleh/mubah. Nabi Muhammad SAW menyayangi kucing serta peliharaannya diberi nama Muezza. Memuliakan dan merawat kucing hukumnya sunnah (dikerjakan mendapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa). Memelihara kucing dengan baik dapat mendatangkan pahala dan syafaat Nabi SAW. Memakan daging kucing hukumnya haram. Menyiksa kucing itu termasuk yang dilarang.
Hadis banyak membhaas tentang hewan kesayangan ini, salah satunya HR. Abu Daud no. 75, Tirmidzi yang artinya "Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita." Atau hadis lain juga, "Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis." (HR. Bukhari)
Kesimpulan
Kita semua hidup di bumi, lengkap beserta ciptaan Allah SWT yang lain. Saling berdampingan mengasihi serta menyayangi. Sesama makhluk memang selayaknya kita semua saling berdampingan, tanpa ada yang tersakiti. Kucing pun sama sebagai mahluk punya hak yang sama, sebagai ciptaan Allah Azawajalla.
Kucing salah satu makhluk yang Allah Rabbal 'alamin hadirkan sebagai pelengkap, perhiasan dunia sehingga kita bisa saling hidup bersama. Yang kelak diakhirat kelak, dia mencari kita mana dulu menyayanginya. Bila kalian menyakiti, apakah kalian juga ingin disakiti, pernahkah kalian merasakan bagaimana sakit secara fisik. Nah, itulah yang dirasakan hewan lucu, sang kucing-kucing diluar sana.
Kehidupan ini sejatinya pasti kita punya tujuan, mau kemana dan apa cita-cita yang akan diraih. Apakah jalan kalian lurus, tanpa cobaan ataukah belok-belok semua kembali pada kalian. Kadang terbersit, rasa iba/sayang minimal sesama ciptaan Allah SWT.
Wallahualam bissawab. []

إرسال تعليق