Oleh Yafi'ah Nurul Salsabila 
                        Aktivis Dakwah


Akhir-akhir ini dunia kembali berduka atas kepergian Jurnalis yang kembali menjadi target Israel yang syahid di Gaza Palestina. Mereka terus melakukan penyerangan dan takut akan kebenaran yang diungkapkan para jurnalis di Gaza Palestina dan membuat opini umum jahat tentang para jurnalis tersebut dengan sebutan teroris. 

Padahal kita semua tahu bahwa siapa sebenarnya teroris itu? Zionis Israel teroris sesungguhnya dibalik kekacauan politik serta karakteristik yang amat buruk, hati mereka mati tak ada belas kasihan bahkan kejam juga menjadi penjajah atas tanah Palestina. Tak akan menemukan solusi selama masih dalam sekat nasionalisme-kapitalisme. 

Dilansir dari halaman berita Cnnindonesia.com, bahwa jumlah jurnalis yang syahid akibat serangan Israel dalam perang yang berlangsung di jalur Gaza sudah mencapai 240 orang jurnalis sejak dimulai  pada bulan Oktober 2023. Adapun nama-nama beberapa jurnalis yang baru syahid Muhammad Al-madhoun dari Palestine Tv. Jumlah jurnalis tersebut diumumkan secara langsung oleh kantor media pemerintah Gaza melalui sebuah perantara, Sabtu (23/8/25). Kantor tersebut mengutuk keras adanya tindakan sistemis yang menargetkan dan membunuh para jurnalis Gaza yang dilakukan oleh zionis Israel (24/8/25). 

Disisi lain media Gaza ingin dunia menghentikan genosida juga melindungi para jurnalis di Gaza karena selain Khaled, baru-baru ini jurnalis Palestina seperti: Anas Al-Sharif, Mohammad Qraiqea, Mohammad Naufal dan Ibrahim Daher turut menjadi korban. Tuduhan sebagai teroris dan pengikut Hamas pun ditujukan kepada salah satu jurnalis yaitu Anas Al-Sharif. (Cnnindonesia.com, 24/8/25) 

Dari penjelasan berita tersebut dapat dipahami bahwa sudah sangat kronis penyerangan yang dilakukan oleh Israel kepada para jurnalis disana. Bahkan membuat label teroris yang digaungkan melalui media yang terus berusaha membungkam kebenaran para jurnalis. Padahal genosida terhadap warga Gaza semakin brutal dan yang dilakukan penguasa terutama muslim hanyalah kecaman semata. 

Umat Islam banyak tetapi bagaikan buih di lautan. Tak ada taring juga musuh semakin berani karena ada negara yang membantu yakni negara barat Amerika dan Inggris yang merupakan bentuk penghianatan serta melupakan Gaza. Padahal umat yang non Muslim melakukan aksi untuk menghentikan genosida yang terjadi di Palestina. 

Zionis terus-terusan melakukan penyerangan terhadap warga Gaza dan menargetkan jurnalis yang berjuang menyuarakan kebenaran dan memghilangkan kejahatan di media  yang dilakukan oleh zionis Israel. Menjadi bukti bahwa keberanian, sifat heroik para jurnalis dan warga Gaza tak bisa dengan mudah dikalahkan para zionis Israel laknatullah. 

Tidak kah kita malu? Malu karena membiarkan dan umat harus sadar bahwa kita saudara seakidah tanpa ada sekat serta berusaha berjuang. Para jurnalis yang syahid merupakan pahlawan yang masyaallah berani, jiwa mereka selalu bertaut dengan Al-Qur'an dan Allah berada di hatinya. 

Maka dari itu, Dalam pandangan Islam hanya dengan jihad yang  mampu menghapus secara permanen penjajahan. Allah Swt juga ridha akan hal ini bagi siapapun yang memarangi tanah kaum muslim. Sebagaimana firman Allah Swt sebagai berikut: "Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian." (Al-baqarah: 191). 

Jelas bahwa jihad menjadi bagian yang wajib atau fardu khifayah begitupun berupa sistem yang paripurna berasal dari Allah Swt yakni khilafah yang akan melindungi jurnalis di Gaza. Bahkan daerah sekitar Gaza akan aman, sejahtera dan merasa nyaman. 

Khilafah adalah perisai (junnah) untuk kaum muslimin. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah Saw sebagai berikut: 
"Sesungguhnya imam itu laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang dibelakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika ia memerintahkan untuk takwa kepada Allah Swt, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala." Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa atau azab karenannya." (HR. Bukhari Dan Muslim). 

Solusi hakiki ini harus terus digaungkan kepada umat Islam serta meneruskan perjuangan para jurnalis yang telah syahid. Namun, pada saat ini khilafah telah runtuh oleh musuh laknatullah pada tahun 1924.

Metode dakwah secara ideologis juga terus disuarakan agar kita sama-sama bergabung dan ikut memperjuangkan haq dan batil. Agar semakin banyak yang tercerahkan di zaman penuh kegelapan ini. []

Post a Comment

أحدث أقدم