Oleh Shinta Putri 
(Aktivis Muslimah)


Kuasa hukum SMK Kalideres, Dennis Wibowo, menyebut ada 40 siswi yang mengaku mengalami dugaan pelecehan oleh oknum guru berinisial O di sekolah tersebut. 

Dennis mengatakan ara siswi itu mengaku dilecehkan dengan cara memegang pundak, salaman yang lama, dan mengelus pinggul.

"Kronologi pada pernyataan para siswi, itu kayak semacam memegang pundak, lalu kemudian kayak salaman, terus kadang-kadang, pinggulnya kayak dielus gitu. Memang itu perbuatannya tidak terpuji, saya pun juga tidak sepakat," ujar Dennis. (Kompas.com, 7/3/2025)

Kejahatan seksual terus  berulang, pelecehan seksual di lingkungan pendidikan masih saja terjadi. Peristiwa ini membuat rasa takut siswi dan orang tua, di sekolah saja mereka tidak aman, padahal mereka tiap hari berada di sekolah. Dan kasus seperti ini hanya sebagian yang terekpos, banyak korban yang takut dan malu untuk melaporkan, apalagi yang melakukan seorang guru.

Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bukan sekadar kesalahan pada oknum semata namun akibat diterapkannya sistem demokrasi sekuler. Dunia pendidikan saat ini tidak mendidik menjadi seorang yang beriman dan bertaqwa sehingga tidak heran jika setiap aktivitas kehidupannya jauh dari ajaran Islam. Aqidah dan keimanan tidak tertancap dalam diri setiap individu saat ini.

Mirisnya yang melakukan aksi bejat itu adalah dari seorang pendidik yang seharusnya mempunyai kepribadian luhur, menjadi panutan dan memberikan teladan baik namun justru melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Baik itu sudah direncanakan atau tidak harusnya tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan, hal ini tidak luput akibat dari tontonan media yang liberal, lingkungan pergaulan dan sistem pendidikan yang sekuler sehingga tidak bisa mewujudkan pribadi yang mulia.

Sehingga dari sini bisa kita lihat, dari buruknya sistem pendidikan sekulerisme akan mencetak individu yang jauh dari kebaikan, mereka tidak mengenal halal haram yang sudah Islam atur dengan baik, sesuai dalam kitab suci Al Qur'an nur Karim. Mungkinkah sistem kapitalisme sekulerisme saat ini bisa menyelesaikan masalah pelecehan seksual yang semakin meningkat? Jawabnya tidak mungkin, karena aturan buatan manusia yang mengedepankan hawa nafsu tidak bisa di jadikan pondasi kuat dalam aktivitas kehidupan.

Islam memiliki mekanisme untuk mencegah pelecehan seksual, penerapan sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan dalam Islam, sistem sanksi yang tegas, dan media yang Islami akan menutup segala celah pelecehan seksual. Dalam prakteknya pendidikan Islam dari awal sudah diberikan materi kurikulum aqidah untuk menguatkan keimanan dan ketaqwaan siswa-siswi sesuai dengan jenjang umur.

Dalam sistem pergaulan Islam sudah diatur bahwa laki-laki dan perempuan pada umumnya interaksi mereka harus terpisah kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang dibolehkan oleh syariat seperti di pasar, sekolah dan ruang periksa, serta dilengkapi dengan aturan sanksi yang tegas bahwa pelaku zina akan di kenai hukuman cambuk dan rajam yang diperintahkan sesuai dengan Al-Qur'an surat An-Nur ayat 2: 

"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (melaksanakan) agama (hukum) Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Hendaklah (pelaksanaan) hukuman atas mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang mukmin."

Ditambah media sosial memberikan informasi yang layak tayang, bukan seperti saat ini tontonan yang jorok dan tidak layak tonton apalagi untuk anak-anak yang terus disuguhkan. Sehingga tidak heran jika kasus pelecehan seksual siapa saja bisa jadi pelakunya. Ini semua tentunya butuh peran negara yang mempunyai fungsi sebagai pelindung dan penjaga rakyatnya.

Ketenangan dan keamanan dalam lingkungan kita saat ini bisa teraih jika sistem aturan kehidupan yang kita pakai adalah dengan Islam bersumber dari Allah SWT.

Hanya aturan Islam yang bisa menyelesaikan semua problem umat. Kita juga butuh Ketakwaan individu, kontrol dari masyarakat dan penerapkan sistem Islam yang dilakukan negara menjadi langkah konkret untuk mengatasi pelecehan seksual yang hari ini tiada kunjung usai. Saatnya umat bersatu untuk kembali kepada aturan Illahi.

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم