Oleh Heni Ummu Faiz
Ibu Pemerhati Umat


Sekularisme tidak akan pernah membuat seorang muslim menjadi taat yang ada justru sebaliknya mentolerir setiap kemaksiatan. Seperti halnya memberikan ruang bagi tempat- tempat hiburan untuk tetap beroperasional hanya waktu saja dibedakan. 

Dikutip dari Suara. com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeluarkan kebijakan terkait operasional tempat hiburan malam selama bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 1446 Hijriah. Disebutkan bahwa tempat hiburan tersebut dilarang operasional sedangkan tempat karaoke dan permainan biliar diperbolehkan. (Suara.com, 08/02/2025) 

Ironisnya, daerah Aceh yang merupakan serambi Mekkah kini melakukan revisi dalam mengimbau masyarakat. Jika pada tahun sebelumnya biliard,PS, karaoke tidak boleh beroperasi di siang hari tapi tidak pada tahun 2025.

Hal ini terjadi dalam rangka untuk menampung aspirasi masyarakat dan perkembangan yang dinamis dalam masyarakat. Demikian Juru Bicara Pemko Banda Aceh, Tomi Mukhtar. (Viva.co.id, 27-02-2025).

Adanya kebijakan ini menunjukkan bahwa pemberantasan kemaksiatan setengah hati. Hal ini terlihat dengan pemberlakuan di bulan Ramadan tidak dengan diluar Ramadan. Betapa pemahaman sekularisme telah merusak kaum muslim. Akibatnya kian hari umat jauh dari pemahaman Islam yang sebenarnya. Mereka bahkan bangga dengan paham yang berasal dari luar Islam. Sadar atau pun tidak, umat Islam semakin jauh dari generasi  gemilang yang mampu memimpin peradaban. 

Tak bisa kita bayangkan jika kondisi ini terus berlanjut akan bagaimana generasi di masa yang akan datang. Jika penguasa hanya setengah hati memberantas kemaksiatan seperti tempat hiburan, biliar, karaoke yang notabene tempat tersebut digunakan untuk kemaksiatan. Dengan dalih menghormati bulan suci Ramadan tempat hiburan malam tersebut hanya ditutup sementara saja itupun tidak semua ditutup. Penguasa dan pengusaha saling berkoordinasi dengan sistem saling menguntungkan sekalipun hal tersebut bertentangan dengan syariat. 

Inilah bukti bahwa sekularisme yang berasaskan pemisahan agama dari kehidupan. Ranah agama hanya mengatur urusan ibadah semata sedangkan yang lainnya tidak. Berlaku baik hanya Ramadan saja diluar bulan tersebut seolah diperbolehkan. Jangan heran kemaksiatan sulit dihentikan sekalipun di bukan suci. Selama aturan sekularisme masih diterapkan jangan harap kemaksiatan akan punah. 

Jika demikian aturan apa yang mampu memberikan rasa tenang dalam beribadah jauh dari kemaksiatan baik di bulan Ramadan dan diluar Ramadan? Aturan tersebut tiada lain adalah Islam kafah. Aturan ini berdiri diatas asas akidah Islam. Mengatur seluruh lini kehidupan. Penguasa dan pengusaha di sistem ini senantiasa tunduk terhadap syariat. Selain  itu juga di sistem Islam kafah (Khilafah) setiap pelaku kemaksiatan akan mendapatkan sanksi tegas yang membuat pelakunya jera.

Sarana hiburan dan tempat wisata senantiasa bertumpu terhadap aturan Islam. Tidak menjerumuskan ke dalam maksiat dan pengabaian kepada ibadah. Bukan hanya itu  sarana hiburan dan wisata senantiasa menjaga ketertiban lingkungan. Semua karena berdasarkan asas Islam bukan manfaat seperti dalam sekularisme. 

Khilafah sebagai institusi negara Islam akan menjaga akidah umat dari berbagai kemaksiatan. Tempat hiburan dan wisata dibangun semata-mata untuk lebih dekat kepada Allah. 
Hal ini bisa kita baca dari sejarah Islam bagaimana di masa Khilafah tegak, dibangun taman kota yang hijau yang dipergunakan agar memberi hiburan ditengah kepenatan aktivitas. Semuanya memberikan efek yang luar biasa bagi umat. Hal ini terjadi di masa Khilafah Bani Umayyah, Cordoba menjadi ibukota Andalusia yang Muslim. Kota ini dikelilingi dengan taman-taman hijau. Pada malam harinya diterangi dengan lampu-lampu sehingga pejalan kaki memperoleh cahaya sepanjang sepuluh mil tanpa terputus. Lorong-lorongnya dialasi dengan batu ubin. Sampah-sampah disingkirkan dari jalan-jalan. Penduduknya lebih dari satu juta jiwa. Bahkan sarana olahraga seperti berkuda, berenang, memanah di masa Khilafah senantiasa ada. 

Jika sistem Khilafah mengatur masalah hiburan begitu indah dan membawa efek ketenangan bagi manusia. Lantas masihkah kita terus mempertahankan sekuler kapitalisme yang menjerumuskan ke dalam kemaksiatan termasuk dunia hiburan? Jawaban ada di tangan kita. Islam atau sekularisme? 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم