Oleh Heni Ummu Faiz
Ibu Pemerhati Umat


Negeri-negeri muslim saat ini telah dicengkeram oleh sistem yang rusak yakni demokrasi. Tak heran jika kemudian kebijakannya akan selaras dengan kepentingan Barat, termasuk masalah Palestina. Opini pemindahan rakyat Palestina ke Indonesia khususnya terus digaungkan karena hal ini sesuai  dengan keinginan AS yang diamini zionis  Israel. 

Indonesia siap untuk menampung ribuan warga Gaza, Palestina yang menjadi korban kekejaman militer Isr4el. Bahkan siap mengirimkan pesawat untuk menjemput warga Gaza tersebut. Hal tersebut dikemukakan olehPresiden Prabowo Subianto. (Beritasatu.com, 9/04/2025)

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Ketum bidang dakwah KH Cholil Nafis bahwa rencana pemindahan warga Gaza akan memuluskan keinginan zionis Isr4el. Dengan pengosongan wilayah tersebut tentu bisa membantu penjajah dalam menguasai wilayah Gaza."Kami menyatakan, membantu penjajah adalah hukumnya haram," tegasnya. (Bittvonline. com, 12/4/2025) 

Apa yang menjadi pernyataan presiden Prabowo sungguh menjadi sesuatu yang kontra produktif. Hal ini dikarenakan banyaknya seruan jihad oleh masyarakat yang sudah geram terhadap kezaliman zionis Isr4el. Berbagai upaya yang dilakukan untuk membebaskan Palestina tidak ada yang bisa menghentikan penjajahan dan genosida Isr4el. 

Maka jika rencana evakuasi rakyat Gaza dilakukan tentu akan membawa kegembiraan bagi Isr4el untuk menancapkan kuku penjajahan nya. Padahal kita pahami bahwa zionislah yang selama ini merampas wilayah Palestina. Sungguh sebuah hal yang tak layak jika terus kebijakan ini tetap dilanjutkan karena sama saja membiarkan penjajahan zionis terus berlangsung. Karena sesungguhnya zionis Israel harus diusir dari bumi para Nabi. Hal ini pula menjauhkan solusi hakiki Palestina agar terlepas dari genggaman jajahan zionis Isr4el. 

Ketika Indonesia berhasil dalam melakukan negosiasi atas kebijakanbaru As menaikkan tarif impor maka bisa dimungkinkan ini merupakan bagian dari bentuk penekanan terhadap Indonesia. Hal ini menjadi buah simalakama bagi negara-negara yang senantiasa bergantung pada Barat. 

Solusi yang Harus Dilakukan

Saat ini kondisi Palestina sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan untuk mengusir Isr4el dari bumi para Nabi. Mereka adalah saudara kita yang sudah seharusnya ditolong. Jangan sampai kita kelak diminta pertanggungjawaban atas derita saudara kita. Padahal  umat Islam merupakan umat terbaik yang seharusnya menunjukkan eksistensinya bukan justru sebaliknya.

Di dalam Al Quran disebutkan bahwa umat Islam harus menolong saudaranya saat diminta pertolongan. Sebagaimana firman Allah SWT: "Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan agama, maka tolonglah mereka." (TQS Al-Anfal: 72)

Hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan jihad dan Khilaf4h. Untuk itu para pemimpin muslim sudah seharusnya menyambut seruan jihad bukan justru bergandengan tangan dengan penjajah. Nasionalisme telah menjadi sekat antar negara sehingga kepedulian terhadap sesama saudaranya terhalangi. Terlebih saat ini negeri-negeri muslim laksana kue yang terbagi menjadi 50 negara dan tak memiliki kekuatan apa pun. 

Seruan jihad yang seharusnya disambut oleh kaum muslim justru sebaliknya karena ulah para penguasa muslim. Hal ini menjadi bentuk pengkhianatan pemimpin negari-negeri  muslim. Mereka tunduk terhadap kepentingan Barat sekalipun harus terus disuguhi deraian air mata rakyat Palestina. 

Negeri-negeri muslim sudah seharusnya negara super power yang mampu memimpin dunia. Hal ini seperti saat Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan yakni Khil4fah. Sistem ini mengayomi seluruh rakyat tanpa tebang pilih. Menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Membela kaum muslim dari berbagai kesengsaraan. Bahkan nonmuslim pun yang hidup di bawah naungan sistem Islam kafah merasakan keadilannya. Namun sayangnya saat ketiadaan Khilaf4h kondisi umat Islam kian sengsara dan tak berdaya. 

Mungkinkah hal ini bisa terjadi jika negeri-negeri muslim masih dalam cengkeraman kapitalisme sekuler? Jadi solusi atau justru memuluskan kepentingan para penjajah. 

Oleh karena itu, umat Islam harus didorong untuk menolak evakuasi warga Palestina. Bukan hanya itu para penguasa muslim seharusnya bersatu padu untuk mengirimkan tentaranya guna membela saudaranya di Palestina. Bukan dengan solusi dua negara. Di sisi lain,  umat juga 
harus terus berjuang untuk menyerukan jihad Khil4fah. Karena ini merupakan solusi hakiki masalah Palestina bukan yang lain. Karena Khilaf4h laksana pengembala yang akan menjadi pelindung dari berbagai hal yang merongrong kedaulatan negara. 

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّت  

  "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."

Dalam hadis lain: "Imam (khalifah) itu ibarat pelindung, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannnya.” (HR. Bukhari, Muslim, An Nasa’i)

Namun saat ini, kondisi ini belum hadir ditengah kaum muslim. Hal tersebut harus ada upaya untuk menerapkan hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Hal ini tidak mudah dan harus diperjuangkan. Saat gelombang jihad ini terus bergema, maka membutuhkan wadah seperti partai ideologis yang sahih yang memiliki pengaruh besar dalam mendorong penguasa negeri muslim untuk mengirimkan tentaranya untuk berjihad di jalan Allah Swt. Saat itu terjadi kemerdekaan Palestina yang sesungguhnya akan dirasakan. 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم