Oleh Ummu Hilya 
                Muslimah Peduli Negeri


Sungguh memilukan, sampai hari ini Palestina masih menjadi sasaran genosida penjajah Zionis Israel. Tidak hanya itu, Zionis juga menjadikan kelaparan sebagai senjata untuk membunuh secara pelan-pelan rakyat Palestina. Pun Gaza telah hancur, hampir rata dengan tanah dan nyaris tak layak untuk dihuni kembali. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 55.706 orang telah tewas dan 130.101 orang terluka akibat serangan udara dan darat Israel yang dimulai pada Oktober 2023. (Metro TV News, 20-6-2025)

Mirisnya, negara-negara besar dunia diam. Penguasa -penguasa negeri muslim hanya sibuk beretorika tanpa aksi nyata untuk mengirimkan tentara dan senjata mengusir penjajah Israel. Mereka diam meski rasa kemanusiaan terkoyak. Padahal rasa kemanusiaan adalah fitrah bagi manusia, untuk menolong sesamanya yang lemah dan tak berdaya.  

Penyebab Matinya Rasa Kemanusiaan

Rasa kemanusiaan yang terabaikan adalah tanda matinya fitrah manusia. Dan akan semakin sulit untuk merasa karena terkena wahn, yakni penyakit cinta dunia dan takut mati. Sehingga manusia menjadi pengecut,dalam menghadapi cobaan serta kesulitan, membuat manusia terfokus pada hal-hal duniawi, dan melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim. Alhasil lumpuhlah semangat manusia sebagai seorang muslim. Padahal jelas peringatan Allah Swt.,

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid: 20)

Tidak lepas dari itu, hal yang paling mendominasi matinya rasa kemanusiaan adalah buah sistem sekulerisme. Dia merupakan rahim dari sistem kapitalisme yang mengagungkan nilai materi dan rasa superior disertai dengan kebencian atas manusia lainnya.

Kekejaman yang begitu rupa tak mengusik nurani para pemimpin negeri muslim, bahkan mereka tidak segan mengadakan hubungan kerja sama dengan penjajah atas nama diplomasi basi ala kafir penjajah Barat. Dan mendukung two state solution yang sama sekali tidak menjadikan Palestina merdeka secara hakiki.

Selain itu, racun nasionalisme yang lahir dari rahim sistem sekulerisme menghalangi untuk bersikap adil pada muslim Palestina. Tak ada penguasa negeri muslim yang tergerak untuk membebaskan Palestina dengan kekuatan senjata, meski umat sudah menyerukan jihad. Dan jihad tidak mungkin terwujud tanpa adanya seruan negara. Mustahil seruan jihad muncul dari bentuk negara saat ini, sementara mereka berhubungan mesra dan bertekuk lutut terhadap penjajah.

Dengan Khilafah Palestina Mulia

Berbeda dengan negara Islam dalam naungan Khilafah, negara satu-satunya yang ditakuti Barat terutama Amerika. Kepemimpinan Islam ini sangat adil, melindungi darah dan nyawa manusia dari kerusakan serta kezaliman. Sejarah mencatat pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, Palestina berhasil dibebaskan dari cengkeraman Romawi. Begitu juga Al-Quds berhasil ditaklukkan kembali oleh Panglima Salahuddin al-Ayubi dari pasukan Salibis. Bahkan tak Luput pada masa Khalifah Abdul Hamid II ditawari sejumlah uang oleh Theodor Herzl untuk ditukar dengan sejengkal tanah Palestina, tetapi ditolak dengan tegas karena Palestina milik umat Islam. Namun, pada tahun 1924 Khilafah runtuh dan dihapuskan, seketika Barat beserta para agen pengkhianat membuka pintu gerbang pendahuluan nyata bagi entitas Yahudi di Palestina.

Hadirnya entitas Yahudi yang merampas tanah Palestina adalah akibat dari keruntuhan Khilafah Islam yang sejak kehadirannya senantiasa membela dan melindungi Palestina dari segala konflik dan penjajahan. Jika Khilafah tidak ada, yang muncul hanya masalah-masalah baru di seluruh penjuru dunia Islam, termasuk munculnya penjajahan Palestina dan lahirnya entitas Israel.

Maka hanya Khilafah yang benar-benar mampu membebaskan dan membela tanah mulia Palestina. Palestina sebagai salah satu tempat suci umat Islam, yaitu Masjidilaqsa. Bumi Palestina adalah tanah milik umat Islam yang tidak boleh diambil alih oleh penjajah. Sehingga sangat dibutuhkan dan harus dibangun kesadaran politik umat, bahwa tidak boleh ada sedikit pun dalam benak umat Islam untuk mengabaikan persoalan Palestina.

Seruan jihad hanya mungkin dikumandangkan oleh Khilafah. Hanya Khilafah sejatinya pembela dan perisai umat yang harus kembali hadir di tengah-tengah umat. Tegaknya Khilafah tidak mungkin terwujud ketika umat masih hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme.

Khilafah adalah sistem kepemimpinan yang berasal dari Allah serta warisan Rasulullah, sehingga harus terwujud. Sebab hanya Khilafah yang mampu menjadi negara yang berpengaruh secara global. Khilafah yang mampu bertarung secara global melawan hegemoni Barat yang menerapkan sistem kapitalisme, yang menyebabkan Palestina terkoyak. Upaya menegakkan Khilafah membutuhkan kelompok dakwah ideologis yang konsisten menyerukan tegaknya Khilafah. Jamaah dakwah ini yang akan membangun kesadaran umat, menunjukkan jalan kemuliaan bagi umat, dan berjuang bersama umat menyongsong nasrullah. 
Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama