Oleh Heni Ummu Faiz
                   Ibu Pemerhati Umat


Suasana Agustusan masih terasa riuh seolah melupakan segala derita yang dialami saat ini. Laksana hiburan sesaat untuk menghilangkan penat akibat ekonomi kian sekarat. Sementara kian hari kita disuguhkan berita-berita yang menyesakkan dada dari berbagai daerah. 

Kenaikan PBB yang melambung tinggi di daerah Pati dan Cirebon hingga 250% ditambah sikap arogansi bupati yang menantang demontrasi besar-besaran.  Kota Cirebon tidak kalah parah dengan menaikkan 10kali lipat yakni 1000% sebuah kenaikkan di luar nalar dan miskinnya kepekaan kondisi rakyat kian menghimpit. 

Kemerdekaan yang selama ini digaungkan laksana fatamorgana. Semu dan menyakitkan. Mengaku merdeka tapi terjajah lahir batin. Merdeka secara fisik tetapi terjajah secara pemikiran. Sekularisme kapitalis telah mengubah penguasa menjadi pemimpin yang zalim dan tidak peka terhadap kondisi rakyat. Celakanya rakyat disuruh berjuang sendiri di tengah kondisi yang serba tidak jelas. Ekonomi sulit, kesehatan terpuruk, kriminalisasi menyasar di setiap lini kehidupan. Belum lagi pendidikan tak mampu melahirkan generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. Ironisnya penguasa dan pejabat pemerintahan kian tak peka dan serakah memeras rakyatnya. Mereka terus menari-nari di atas derita rakyat.

Ironisnya di saat kehidupan yang tak menentu anggota DPR mendapatkan tunjungan rumah sebesar 50 juta karena tidak lagi menempati rumah dinas belum lagi berbagai tunjangan seperti tunjangan BBM, tunjangan beras,tunjangan makan yang mengalami kenaikan menjadi 7 juta per bulan dari 4-5 juta diperkirakan totalnya adalah Rp69-70 juta per bulan. Walaupun menurut Puan Maharani Ketua DPR tidak ada kenaikan gaji pokok. (Cnnindonesia.com,19/8/2025)

Keterpurukan bangsa ini diperparah dengan didukung oleh UU yang menguntungkan bagi para kapitalis. UU Cipta kerja, UU Minerba, UU perdagangan dan UU PMA merupakan salah satu cara untuk mengeruk kekayaan negara ini. Di eksploitasi secara "bar-bar" oleh asing dan aseng. Mirisnya rakyat Indonesia hanya menjadi buruh di negeri sendiri tidak menikmati kekayaan sumber daya alam tersebut dan hanya menjadi jajahan orang-orang Barat. 

Dari sini kemerdekaan yang ke 80 hanya selebrasi semu. Bukan kemerdekaan yang hakiki terlepas dari belenggu penjajahan lahir dan batin.  Merdeka dari hawa nafsu yang kian menjerumuskan manusia ke jurang kehinaan. 

Jika demikian apa yang menjadi akar masalah di negeri kita hingga negara kita saat ini kian terpuruk? Solusi terbaik apa agar terbebas dari belenggu penjajahan?

Kapitalisme Akar Masalahnya 

Banyak solusi yang ditawarkan oleh penguasa negeri ini agar terlepas dari penjajahan tapi selalu berujung tambal sulam tidak menyentuh ke akarnya. Inilah solusi yang ditawarkan oleh kapitalisme. Bahkan selama ini solusi lebih banyak mencekik rakyat menguntungkan para investor baik asing maupun asing. Kita bisa melihat bagaimana para kapitalis mengeksploitasi sumber daya alam negeri ini dengan dukungan penguasa. 
Akibatnya negeri ini kaya raya tapi rakyatnya miskin. Sumber daya alam justru dinikmati para kapitalis sementara kita diperas dengan hutang. 

Menurut data Bank Central Utang Luar Negri Indonesia kuartal II, sampai 15 Agustus 2025 tercatat sebesar 4.333,3 Miliar Dollar Amerika. Hutang Indonesia semakin menggunung sementara para kapitalis terus menggerus kekayaan alam. Akibatnya dibuatlah kebijakan yang diluar nalar.

Mirisnya justru rakyat jadi korban penerapan pajak dan hutang jadi andalan pendapatan. Terjadilah ketimpangan ekonomi yang kaya semakin kaya yang miskin kian sekarat. Karena kekayaan berkumpul di lingkaran oligarki. 

Tak heran jika saat ini angka kriminalitas semakin tinggi, biaya kesehatan sulit dijangkau hingga ada ungkapan "orang miskin dilarang sakit". Di sisi lain akibat kesulitan ekonomi judol, pinjol pun kian merebak. Semua akibat sistem kapitalis sekuler orang semakin jauh dari agama. Karena ranah ibadah saja yang menggunakan agama sementara di aspek di luar ibadah dipisahkan dari aturan agama. 

Islam Solusi Terbaik

Solusi yang seharusnya umat lakukan saat ini adalah kembali kepada Al -Qur'an dan As Sunah. Karena selama ideologi kapitalis sekuler diterapkan kita tidak akan merdeka. Akan terus dibelenggu racun demokrasi lahir dan batin. Penghidupan yang sempit dan keberkahan pun hilang. Di dalam Al -Qur'an tercantum di surat Thaha ayat 124 "Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-quran), sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan yang buta."

Ayat tersebut menjelaskan siapa saja yang berpaling dengan hukum Allah, maka kesengsaraan. Inilah yang kita rasakan jika meninggalkan hukum Allah,hidup tidak merdeka dicengkeram oleh kapitalisme sekuler. 

Namun jika hidup dalam sistem Islam kafah maka akan terjaga akidahnya,jiwanya sehingga senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Swt. 
Islam memberikan solusi yang mengakar sehingga permasalahan akan cepat beres. Aturan Islam mudah dipahami, terstruktur
Islam selalu memiliki solusi untuk setiap permasalahan yang ada karena Islam bukan hanya sekedar agama ritual tetapi juga pandangan hidup yang memancarkan aturan.

Salah satu aturannya adalah sistem ekonomi yang akan menyejahterakan rakyatnya. Sistem ekonomi Islam mengelola sumber daya alam berdasarkan kepemilikannya. Di dalam kitab Nizham Al-Iqtishadi fi al-Islam  karya Syekh Taqiyuddin An-Nabhani  disebutkan bahwa kepemilikan terbagi menjadi tiga bagian yakni milik individu, negara dan umum. Rasulullah saw. Bersabda : “Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: air, api, dan padang rumput.” (HR Abu Daud) 

Kepemilikan umum adalah kepemilikan yang tidak boleh dimiliki pribadi termasuk air, api dan padang rumput atau hutan serta sumber tambang. Hasilnya akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Salah satu contohnya adalah sandang, pangan dan papan. Bukan hanya itu kebutuhan publik sangat diperhatikan seperti transportasi, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Semua diberikan kepada seluruh rakyat secara GRATIS jika pun ada pembiayaan sangat terjangkau oleh semua kalangan. Fungsi negara sebagai pengayom, pelindung sangat dirasakan oleh seluruh rakyat. 

Dengan demikian dari sini sistem Islam mampu memberikan kemerdekaan yang hakiki. Penguasanya adil, tegas dan berwibawa. Rakyatnya sejahtera dan senantiasa dalam ketaatan kepada Allah. Rasa aman, adil dan bahagia pun menghinggapi seluruh hati rakyat Semua karena berlandaskan akidah Islam dan ketakwaan kepada Allah. Cengkeraman asing dan aseng pun tidak ada lagi. Karena negara tidak akan membiarkan negaranya dijajah oleh kaum kafir. Bukan hanya itu saja negara mengelola sumber daya alam  secara baik sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan secara besar-besaran baik di sektor pertanian, industri dan perdagangan. Semua dilakukan secara maksimal, inovatif sehingga mampu bersaing di ranah internasional. 

Dari sini negara memiliki power karena mampu menyejahterakan rakyatnya. Inilah gambaran kehidupan di sistem Islam kafah saat dulu masih tegak. Merdeka secara lahir dan batin mampu membangun peradaban manusia yang gemilang. Hal ini bisa kita baca dari literasi Islam. 

Alhasil jika di dalam Islam kafah sangat memerdekakan manusia dari jajahan pemikiran yang rusak yakni sekuler kapitalisme. Masihkah kita berdiam diri untuk terus hidup dalam naungan sistem demokrasi. Marilah kita kembali kepada aturan Allah dengan banyak mengkaji hukum syariat Islam secara kafah, mendakwahkan kepada umat manusia secara berjamah. Agar Khilafah yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya di akhir zaman segera tegak. 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم