Oleh Ummu Diaz
Aktivitas Dakwah Islam
Kehidupanmu ibarat kanvas kosong dan kamu adalah pelukisnya. Warnailah dengan karya-karya indah, agar bisa menjadi generasi yang unggul. Setiap detik adalah kesempatan untuk menciptakan keajaiban. Jangan sia-siakan waktumu, tetapi gunakan untuk mengasah kualitasmu. Berkarya dan menginspirasi dengan dibarengi akhlak yang mulia.
Kenyataannya, penerus bangsa pemuda dan pemudi dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Seharusnya mereka sibuk untuk mempersiapkan menjadi generasi yang unggul dan berkompeten malah justru terlihat rapuh dan lemah. Mereka sibuk memenuhi hawa nafsunya.
Kondisi ini akan terus berjalan dan siap menghancurkan generasi akibat dari kelalaian negara. Seharusnya negara lebih bertanggung jawab untuk mengarahkan dan membimbing agar mereka bisa berkembang, baik di bidang pendidikan atau di bidang lainnya. Namun dalam sistem kapitalis saat ini malah justru generasi diberikan kebebasan dengan dimudahkan mengakses sosial media yang hanya di dalamnya sebatas hiburan dan bermacam games. Sehingga mereka terlena dengan kemaksiatan. Saat ini kita lihat pelajar dari segi pendidikan jauh dari kata berkualitas, mereka hanya melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti tawuran, bullying, memakai obat-obatan terlarang, dan seks bebas. Seharusnya negara lebih fokus untuk mencari solusi permasalahan yang termasuk urgent akibat kenakalan remaja saat ini.
Seperti yang dilakukan sejumlah pelajar di bilangan Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel). Pada minggu 20/07/2025.para pelaku berkonvoi dengan mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan stik golf. (detiknews.com, 25/07/2025)
Sedangkan Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat jumlah pecandu narkoba di Indonesia telah mencapai 3.3 juta jiwa. Belum lagi adanya seks bebas yang dilakukan para remaja saat ini.dari penelitian dari berbagai kota besar di Indonesia terjadi 20 hingga 30 persen remaja mengakui pernah melakukan hubungan seks. (Tribtanwes polri.go.id, 10/07/2025)
Masalah yang sedang banyak dilakukan para remaja saat ini adalah tindakan bullying dan ini masalah yang serius yang berdampak kepada korban, bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh satu orang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang dianggap lebih lemah, perilaku ini bisa berupa kekerasan fisik, verbal atau psikologis dan bisa terjadi dilingkungan sekolah.Dari data KPAI menunjukan bahwa 35 persen kasus bullying terjadi di dalam lingkungan sekolah.
Kenakalan remaja adalah masalah yang penangananmya butuh keseriusan, dapat didefinisikan sebagai perilaku menyimpang yang dilakukan individu di masa remaja yang melanggar norma dan aturan sosial. Dampaknya sangatlah luas bisa merusak individu, keluarga hingga masyarakat.
Kenakalan remaja diakibatkan dari permasalahan di dalam internal:
1. Perubahan fisik dan psikologis.
para remaja diawali dari perubahan fisik dan psikologis yang sulit untuk dikontrol emosi dan perilaku, sehingga kemaksiatan dijadikan untuk pemenuhan nalurinya tanpa memikirkan dampak dan akibatnya.
2. Krisis identitas.
Di fase ini remaja sedang mencari identitasnya, sehingga remaja banyak melakukan perilaku ingin mencoba kebiasaan-kebiasaan yang baru untuk memenuhi rasa ingin taunya walaupun dengan cara yang menyimpang demi ingin memuaskan hasratnya.
3. Kontrol diri yang lemah.
Di proses ini para remaja sulit untuk mengatur diri untuk tidak melakukan tindakan yang bisa menjerumuskannya ke dalam perilaku yang negatif.
Sedangkan faktor dari eksternal diantaranya:
1. Keluarga yang kurang memberikan perhatian dan kasih sayang, di tambah lagi kesibukan kedua orang tuanya atau di dalam keluarganya penuh dengan konflik sehingga anak merasa tidak nyaman di dalam rumah.
2. Biasanya penyebabnya salah satunya adalah salah pergaulan, sehingga keadaan remaja saat ini semakin tidak terkontrol dari pantauan kedua orang tuanya.
3. Pendidikan yang seharusnya membentuk individu yang berkarakter dan berkualitas, menumbuhkan semangat dalam belajar, memiliki perubahan dalam pola pikir dan perilakunya ditambah lagi dengan adanya kurikulum yang berubah-ubah dan kebebasan berekspresi mengakibatkan hilangnya karakter remaja yang unggul.
Kasus kenakalan remaja ini sudah menjadi persoalan sistematik disebabkan oleh banyak hal diantaranya hilangnya nilai akidah pada diri pemuda yang berdampak pada rusaknya moral mereka yang selalu mengedepankan hawa nafsu tanpa menjadikan halal dan haram sebagai tolak ukur dalam bertindak.
Kondisi remaja yang memprihatinkan ini menjadi bukti kegagalan negara dalam mencetak generasi muda yang berakhlakul kharimah, negara sebagai sang periayah, sudah seharusnya memfasilitasi dan menyesuaikan kondisi lingkungan agar tercipta generasi yang bertakwa.
Sistem pendidikan yang berbasis sekuler ini hanya bisa mencetak generasi yang minim akan pemahaman agama, kurikulum yang disediakan tidak memprioritaskan ilmu keagamaan. Terbukti dalam sepekan hanya satu kali pertemuan untuk pendidikan mata pelajaran PAI dan Budi pekerti dan pastinya tidak akan maksimal dengan kurikulum saat ini dibentuk untuk ilmu bersifat duniawi dan masalah ini butuh solusi tuntas bukan hanya sekadar edukasi dan sosialisasi.
Butuh kunci dasar yang bisa merubah kenakalan remaja saat ini.dengan penguatan akidah dan keimanan sehingga mereka selalu terikat dengan Allah dan ini tidak bisa dilakukan oleh individu butuh negara yang dapat membentuk kepribadian Islam di setiap masyarakat, terkhusus pada pemuda generasi penerus peradaban.
Ketika kejayaan Islam menguasai dua pertiga dunia dengan khilafah banyak mencetak generasi yang unggul.seperti:
1. Usamah bin zayid menjadi panglima perang di usianya 17 tahun.
2. Abdullah Bin Abbas sahabat yang paling paham ilmu tafsir di usia muda.
3. Muhamad Al fatih menaklukkan konstantinopel pada usia 21 tahun.
4. Zaid bin Tsabit menulis wahyu pada usia 13 tahun.
5. Saad bin Abi Waqqash prajurit pemanah terbaik dalam pasukan muslim.
6. Ali bin Abi Thalib sosok pemuda teladan bagi pemuda lainnya.
Mereka adalah pemuda dan pemudi muslim yang muda, namun memiliki kekuatan, sangat menginspirasi dan berakhlakul kharimah. Padahal mereka hidup di jaman yang masih dengan keterbatasan, tapi tidak menjadikan kelemahan karena memiliki akidah dan kekuatan iman.
Hanya negara Islam yang mampu melaksanakannya dan bisa merubah karakter individu dengan menjadikan generasi yang cemerlang. Negara ini akan memastikan terjaganya akidah setiap individu dan memberikan kurikulum pendidikan yang menanamkan akidah Islam yang kuat. Negara mendorong pemuda dan pemudi agar senantiasa taat kepada Allah SWT. Maka sudah tugas kita untuk mengembalikan Islam ke tengah- tengah umat agar Daulah Islam kembali tegak.
Wallahualam bissawab. []
إرسال تعليق