Oleh Yafi'ah Nurul Salsabila
(Aktivis Dakwah)
Pengibaran bendera bajak laut One Piece menjelang HUT RI ke-80 adalah bentuk ekspresi kekecewaan rakyat terhadap ketidakadilan. Gelombang ini terjadi ketika rakyat merasa sudah lelah dan sadar akan kebijakan yang semakin menindas dan membuat rakyat sengsara. Bagaimana tidak membuat emosi? pajak dinaikan bahkan setiap kebijakan yang menghasilkan uang akan ada yang namanya pajak. Belum lagi kehidupan sehari-hari yang dirasakan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, pekerjaan sulit didapatkan, PHK. Dan kalau sudah mendapat pekerjaan dikenai pajak. Inilah hasil penerapan hukum buatan manusia yang jauh dari kesejahteraan.
Dilansir dari halaman berita Kompas.com bahwa anggota DPR dari fraksi partai golkar Firman Soebagyo, menyatakan penolakannya untuk pengibaran bendera yang bergambar bajak laut dari serial anime One Piece tersebut. Yang banyak dilakukan oleh sejumlah pengemudi truk dan masyarakat. (1/8/25).
Bahkan ia menilai tindakan tersebut berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara, terlebih menjelang perayaan hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. Firman mengatakan dengan nada penegasan juga marah bahwa penggunaan bendera one piece yang menjadi simbol bajak laut dalam konteks publik dapat mengarah pada bentuk pemberontakan yang bisa mengikis nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya ia mengatakan "ini merupakan tindakan makar. Tidak boleh dibiarkan dan harus ada penindakan yang tegas." Ujarnya. Kompas.com (1/8/25).
Dari pemaparan berita ini dapat dipahami bahwa negara tak memberikan kebebasan terhadap rakyat dalam mengoreksi kebobrokan yang sudah tampak. Ibaratnya seperti borok yang dibiarkan membusuk tanpa ada pengobatan. Semakin parah dan harus melakukan amputasi yang berarti sudah diambang kematian sistemik.
Padahal semakin tampak kerusakan karena ulah mereka yang menggunakan kekuasaan tanpa melihat penderitaan rakyat dan menguntungkan para elite penguasa serta pengusaha. Contoh dari kebijakan tersebut ialah: pajak dinaikan, rekening 3 bulan menganggur dibekukan, merangkap jabatan, tanah tak terpakai diambil alih negara, dan kasus korupsi yang berakhir diabolisi sedangkan para koruptor tingkat atas dibiarkan juga mendapat jabatan oleh para penguasa dzalim tak berhati nurani.
Inilah akibat dari bersandar pada sistem yang batil yaitu kapitalisme yang menyuburkan ketidakadilan dalam menyelesaikan setiap permasalah. bendera one piece bukan semata-mata tanpa alasan dikibarkan. Merupakan bentuk kreatif para pemuda yang mulai sadar terhadap segala kebijakan yang dibuat penguasa di negeri ini.
Oleh karena itu, butuh adanya keadilan secara benar, sesuai fitrah manusia dan ridha Allah Swt. Apalagi kalau bukan sistem Islam yang bernama khilafah bersumber dari hukum syarak dengan secara kaffah. sesuai firman Allah Swt sebagai berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ٢٠٨
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208)
Ayat tersebut bermakna bahwa Islam mengatur segala aspek bukan ibadah sholat saja. Tetapi seluruh aspek mulai dari: ekonomi, politik, peradilan dan hubungan internasional. Hukum ditegakan secara adil, negara hadir sebagai pelayan umat bukan untuk menindas. kekayaan dikelola untuk kemaslahatan rakyat.
Sebagai penguasa bertanggungjawab dan amanah yang diemban semata karena Allah Swt. Umat pun mendapatkan predikat khairu ummah ialah umat terbaik oleh Allah Swt agar senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar. Allah Swt berfirman sebagai berikut:
Artinya: "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah." (QS. Ali-Imran: 110)
Maksud dari ayat tersebut adalah umat mulai mengetahui ketimpangan dan sedikit demi sedikit mulai tumbuh kesadaran yang hadir para jiwa-jiwa pejuang. Perlu adanya arahan kepada penerapan sistem dari Islam bukan sekadar simbolik saja. Tetapi melalui dakwah, pembinaan, upaya perubahan hakiki yakni Islam secara total yang mengikuti Rasulullah Saw juga mampu mengembalikan peradaban mulia.
Wallahualam bissawab. []
إرسال تعليق