Oleh Shinta Putri 
       (Muslimah Perubah Peradaban)


Telah kita jumpai kasus yang memilukan seorang ibu bunuh diri setelah meracuni dua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan hingga meninggal.

Ditemukan oleh pihak polisi surat wasiat berisi tentang ungkapan penderitaan dan kekesalan terhadap suami, diduga terkait tekanan ekonomi dan utang keluarga. (Metro TvNews, 9-9-2024)

Filisida Maternal adalah tindakan sengaja orang tua membunuh anaknya. Fenomena ini sekarang banyak terjadi di lingkungan masyarakat modern, dan mirisnya yang melakukannya adalah seorang ibu, dimana ibu seharusnya dia punya kasih sayang dan cinta yang lebih kepada buah hatinya karena dia yang mengandung dan menyusui serta merawat. Namun hati nurani seorang ibu menjadi gelap dengan membunuh anak-anaknya.

Sungguh di luar nalar, disamping mempunyai masalah psikologi serta ditambah dengan persoalan ekonomi keluarga dan rumah tangga sehingga membuat hati kalap, penyebab filisida maternal ini  terjadi dan berulang. Sebenarnya kasus filisida maternal, tidak bisa dilihat hanya dari aspek individu ibu yang dianggap hilang naluri keibuannya. 

Tidak pula hanya persoalan keluarga. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya, yang kompleks dan berjalin saling berhubungan sebagai suatu problematika sistemis. Penyebab utamanya adalah pada aturan kehidupan yang sekarang diadopsi oleh negara ini yaitu kapitalisme, sistem ini yang merusak masyarakat secara kompleks. Sistem ini melahirkan kerusakan dan kesengsaraan umat baik masalah mental maupun fisik.

Ketika sistem ini sakit, dipastikan akan sakit pula siapa pun yang hidup di dalamnya. Sehingga tidak heran jika kesempitan hidup yang dialami masyarakat secara keseluruhan, misalnya pengangguran banyak, pajak, kemiskinan dan kriminalitas meningkat. Kenapa ini disebabkan kapitalisme? karena negara yang menerapkan aturan ini abai dengan kondisi rakyat, tidak peduli dengan rakyat.

Semua masalah ini tidak bisa dilihat hanya  dengan kondisi individunya semata, tapi juga ada andil support sistem masyarakat dan negara yang menggunakan aturan salah. Kapitalime menumbuhkan akidah sekulerisme menjauhkan agama dari kehidupan, sehingga solusi yang dipikirkan seorang ibu ini adalah dengan bunuh anaknya, padahal membunuh anaknya bukan jadi jalan keluar menyelesaikan masalah, apalagi ditambah dia bunuh diri.

Ini akan menambah berat masalah kelak diakherat, karena haram hukumnya dalam Islam menyakiti diri sendiri. Dan haram juga membunuh anak mereka karena kesulitan.

Seperti yang tercantum dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:  
“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.” (QS al-Isra [17]:31)

Sangat berbeda jika sistem ini dipimpin dengan sistem Islam buatan dari Allah SWT yang mensejahterakan rakyatnya, peduli dengan kondisi rakyatnya, semua kebutuhan asasi dipenuhi oleh negara, sehingga tidak akan terlantar rakyatnya, contohnya negara akan memberi lapangan pekerjaan yang luas semua sektor diperdayakan dikelola mandiri oleh negara bukan dikelola oleh swasta atau asing seperti yang saat ini lakukan.

Islam menjamin seorang ibu bahagia menjalankan fungsi keibuannya. Ia tidak dituntut mencari nafkah, bahkan dijamin nafkahnya melalui jalur suami dan para wali. Selama hamil dan menyusui juga boleh tidak berpuasa sebagai perlindungan atas kesehatannya dan bayinya. Perempuan juga dimuliakan dalam kapasitasnya sebagai seorang ibu. Sehingga tidak akan terjadi istilah baby blues atau penyakit mental lainnya.

Penguasa wajib untuk memastikan para ayah dan suami bisa bekerja mencari nafkah. Pendidikan dan kesehatan akan gratis sehingga beban kehidupan ibu akan menjadi ringan. Seorang ibu tidak akan berpikir sendirian dalam menghadapi pahitnya hidup ada support sistem yang mendukung seorang ibu kuat dan tangguh. Kewajiban ibu hanya mengurusi dan mendidik anak-anaknya tanpa memikirkan hal-hal yang berat membebani hidupnya. Naluri keibuannya bisa berkembang sempurna dan ia jalankan juga secara sempurna.

Seorang ibu untuk menjadi ibu yang sempurna, membutuhkan adanya sistem kehidupan yang mendukungnya. Sistem yang seperti ini hanya ada di dalam Islam. Sistem kehidupan yang sempurna bernama Khilafah yang bisa memberi kenyamanan, ketenangan dan kesejahteraan seorang ibu pada umumnya di seluruh dunia.

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم