Oleh Shinta Putri 
                 (Aktivis Muslimah)


Korban keracunan akibat dari konsumsi  makan siang bergizi gratis program dari bapak Presiden  Prabowo semakin bertambah. Yang diberitakan sebanyak 
196 siswa dan guru SD hingga SMP di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng). (CNNIndonesia, 12/08/2025)

Ratusan murid hingga guru yang mengonsumsi MBG di sekolah, maupun yang membawa MBG pulang ke rumah dan dikonsumsi oleh anggota keluarganya, mengalami gejala keracunan, seperti mual, pusing hingga diare. MBG yang didistribusikan oleh Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong, meskipun para korban tidak memerlukan rawat inap, namun hal ini juga membutuhkan perhatian khusus.

Saran dan kritik dari para wali murid banyak disampaikan kepada pihak sekolah maupun pihak pembuat kebijakan, untuk dievaluasi lagi program ini supaya tidak terjadi kejadian keracunan yang berulang. Seperti yang banyak diberitakan bukan hanya di wilayah Gemolong Jawa Tengah, namun di daerah yang lain seperti Sleman, Yogyakarta dan Lampung juga terjadi hal yang serupa.

Parahnya lagi fakta bukan hanya terjadi keracunan, ditemukan juga nampan wadah MBG yang terbuat dari bahan babi. Ini juga sesuatu yang tidak seharusnya terjadi, karena diketahui babi adalah barang yang haram untuk digunakan oleh seorang muslim. Meskipun sudah diklarifikasi oleh BPOM berita itu tidak benar, namun hal ini juga menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, karena ditelusuri bahwa nampan buatan China.

Program MBG merupakan kebijakan populis janji kampanye Presiden, untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting pada anak-anak dan ibu hamil, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal rakyat Indonesia. Hal ini melihat bahwa makan bergizi gratis sangat perlu untuk menyelesaikan permasalahan anak-anak, program ini juga sudah terlaksana di India yang diklaim berhasil menyelesaikan masalah ibu dan anak di India.

Berjalannya program MBG di Indonesia dengan anggaran negara yang banyak bahkan malah mengurangi anggaran pendidikan untuk di alokasi dalam program MBG, namun yang terjadi di lapangan malah ada kasus keracunan berulang hal ini menunjukkan bahwa adanya ketidakseriusan dan kelalaian negara, khususnya dalam menyiapkan SOP dan mengawasi  pihak distributor MBG. 

MBG juga bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan gizi pada anak sekolah dan ibu hamil, apalagi mencegah stunting. Jika permasalahan stunting disebabkan oleh kemiskinan. Karena jika dilihat dari kasus yang terjadi bukan menyelesaikan masalah tapi malah membahayakan kesehatan anak-anak bahkan bisa menyebabkan nyawa terancam.

Beginilah kebijakan dibuat oleh keputusan manusia bukan solusi tapi masalah yang tiada henti, semua ini akibat dari aturan kehidupan  kapitalisme demokrasi yang menetapkan bahwa kedaulatan di tangan rakyat kebijakan ditentukan oleh manusia sebagai penguasa yang mengatur urusan umat, padahal seharusnya kedaulatan dan hukum ketetapan hak mutlak dari Sang Pencipta Allah SWT.

Kebijakan yang dibuat bukan untuk kepentingan rakyat tapi lebih condong kepada kepentingan golongan, jika kita melihat siapa yang diuntungkan dari program ini apakah rakyat? Bukan, rakyat hanya sebagai kedok semua untuk rakyat namun sejatinya yang diuntungkan adalah para pemilik modal, diberitakan bahwa program ini diserahkan kepada distributor swasta dan penyediaan nampan pun juga diimpor dari China, hal ini menunjukan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mendapatkan keuntungan, rakyat hanya menjadi tumbal dari program ini, yang ternyata dilaksanakan ala kadarnya tanpa perhitungan ahli gizi dan pengawasan negara.

Sangat berbeda dalam sistem aturan Islam menetapkan negara wajib  sebagai pelindung dan penjaga umat, bertanggung jawab mewujudkan kesejahteraan rakyat, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat  baik pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. Negara benar-benar mengurusi urusan rakyat tanpa pamrih Lillahi Ta'alla dengan berbagai mekanisme sesuai syariat, secara langsung maupun tak langsung.

Dengan jaminan kesejahteraan khilafah, disertai edukasi tentang gizi, maka kasus stunting akan dapat dicegah demikian juga masalah gizi lainnya. Bukan hanya masalah kesehatan tapi juga masalah ekonomi, pengangguran, kemiskinan juga diselesaikan oleh negara. Karena sistem pemerintahan Islam yang bernama Khilafah mampu menjamin kesejahteraan semua rakyatnya karena memiliki sumber pemasukan yang besar sesuai ketentuan syara dan dikelola dengan sistem ekonomi Islam.

Anggaran pemasukan negara yang banyak diambil dari pos-pos yang syar'i seperti dari fai, jizyah, kharaj, pengelolaan sumber daya alam akan mendapatkan hasil yang melimpah untuk mengisi Baitul Mal yang akan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan rakyatnya. Hanya dengan Khilafah negara yang penuh berkah dari langit dan bumi akan turun sehingga rakyat semua akan sejahtera baik yang muslim maupun yang kafir.

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم