Oleh Triana Amalia, S.Pd. 
                    (Aktivis Muslimah) 


Sejumlah postingan Instagram muslim dan muslimah para pembela Palestina, mengunggah fakta mengerikan perihal Masjid Al-Aqsha. Masalah ini tentu berat bagi umat Islam. Masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama dan dijaga segenap napas, darah, serta air mata oleh penduduk Palestina. 

Fakta tersebut berupa penggalian terowongan di wilayah Masjid Al-Aqsha. Ketika umat Islam membaca, mendengar, serta melihat masalah tersebut. Lantas, apa yang harus dilakukan? 

Tujuan Israel Menggali Terowongan di wilayah bagian bawah Masjid Al-Aqsha

Detik.com (22/10/2025) memaparkan sebuah artikel yaitu dalih pekerjaan arkeologi di Kota Tua Yerussalem dan Masjid Al-Aqsha. Namun alasan tersebut dibantah oleh Kegubernuran Yerussalem, Marouf Al-Rifai. Rencana politik sistematis untuk meyahudisasikan Kota Tua dan identitas historis serta gaografisnya, begitu yang dituturkan oleh Al-Rifai. 

Al-Rifai terus ingin mempertahankan masjid Al-Aqsha dengan pendapatnya, bahwa penggalian itu tidak memiliki metodologi ilmiah, dan melanggar hukum status quo. Penggalian itu pula dapat merobohkan tempat-tempat bersejarah milik Palestina, yakni berbentuk rumah-rumah dan sekolah-sekolah kuno. Wilayah Masjid Al-Aqsha itu digali dengan cara membentuk kembali area sepenuhnya sesuai dengan tujuan politik. Tidak seperti standa arkeologi, yaitu menggali dari atas ke bawah untuk mengungkap lapisan sejarah. 

Masjid Al-Aqsha “Di Ambang Kematian”

Para ahli konstruksi Palestina mewanti-wanti, penggalian terowongan itu ancaman yang kompleks bagi penduduk tanah milik umat Islam tersebut. Detik.com (22/10/2025) juga menuliskan penuturan Jamal Amro selaku Profesor Arkeologi yang menyebutkan retakan di kapel wanita, dan bangunan Departemen Awqaf serta tembok selatan dan barat kompleks Al-Aqsha disebabkan penggalian Israel. Tembok sekolah Al-Ashrafieh yang berawa di wilayah dekat masjid juga terkena dampak penggalian tersebut. Ahmad Siam, seorang pemilik rumah di Silwan, mengaku mendengar suara penggalian itu. Getaran dari penggalian itu pun sampai ke rumahnya. Bagian dalam dan luar rumah pun turut ikut retak akibat penggalian yang dilakukan Israel itu. 

Berdasarkan laporan Andalou yang dilansir oleh Detik.com (22/10/2025) diperkuat oleh pendapat Profesor Arkeolog Jamal Amro, penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha telah gencar dilaksanakan selama 60 tahun, dan mendekati wilayah masjid dalam 15 tahun terakhir. Sejak pendudukan pada 1967, lebih dari seratus penggalian dilakukan Zionis laknatullah di tanah suci milik umat Islam tersebut. 

Solusi dari Negara-Negara Mayoritas Muslim Saat Ini

Kompas.com (04/08/2025) menerbitkan artikel berjudul, “OKI dan Negara Arab Ramai-ramai Kutuk Menteri Israel yang Beribadah di Masjid Al-Aqsa.” Isi dari artikel tersebut. OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) melihat Ben-Gvir, menjabat Menteri Keamanan Israel tengah beribadah di Masjid Al-Aqsha. OKI pun hanya memperingatkan bahwa hal tersebut melanggar status quo yang berisi, cuma umat Islam yang boleh beribadah di masjid Al-Aqsha. 

Sementara itu, di forum besar dunia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) banyak desakan untuk kemerdekaan Palestina. Kemerdekaan di sini berarti bebasnya warga Palestina dari berbagai ancaman senjata yang ditodongkan Israel. Sebanyak 142 negara sepakat kemerdekaan Palestina berarti solusi dua negara. 

Berbagai pidato kepala negara-negara mayoritas beragama Islam, negara-negara Eropa, benua Afrika, Australia, benua Amerika, semua hanya mengecam. Ujung-ujungnya diakibatkan hak asasi manusia mereka mengambil jalan tengah, yaitu solusi dua negara, apa maknanya?

Tempo.co (16/09/2025) menjelaskan dalam artikelnya bahwa solusi dua negara ialah dukungan terhadap rakyat Palestina untuk merdeka, juga termasuk pelucutan senjata milik Hamas. Pembentukan negara Palestina yang demokratis dan berdaulat pun menjadi tombak utama solusi dua negara itu. 

Cara Shahih Islam dalam Menjaga Tanah Suci Umat Islam

Sudah bertahun-tahun rakyat Palestina mengorbankan nyawa untuk menjaga Masjid Al-Aqsha. Ini karena Rasulullah saw menjelaskan betapa berharganya Masjid Al-Aqsha bagi umat Islam. Pahala Sholat di Masjid Al-Aqsha sebanding dengan 500 kali salat. 

Hal ini dipaparkan dalam hadis dengan terjemahan berikut:

“…  salat di Baitulmaqdis (Masjid Al-Aqsha) pahalanya sebanding dengan 500 kali sholat (di masjid yang lain).” (HR Bazar, Ibnu Khuzaimah, dan Thabrani dari Jabir bin Abdullah). 

Umat Islam harus mengingat bahwa Masjid Al-Aqsha itu masjid ketiga umat Islam setelah Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Maka dari itu, bukan hanya rakyat Palestina yang menjaganya, seluruh umat muslim pun harus turut serta berkorban dalam menjaganya dari kehancuran oleh Zionis laknatullahalaih. Pembebasan Palestina tidak hanya dengan omongan dan tulisan. Jihad dan sistem pemerintahan Islam atau Khilafah wajib dilaksanakan. Zionis yang selalu melanggar gencatan senjata, melakukan genosida secara brutal harus dilawan dengan senjata bukan kutukan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam ayat Al-Qur’an berikut terjemahannya:

“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu, dan orang-orang selain mereka.” (TQS Al-Anfal (8):60)

Itulah ayat seruan untuk mengirimkan tentara ke medan perang. Bantuan pakaian, obat-obatan, makanan, dan minuman memang baik, tetapi untuk kedamaian hakiki bagi rakyat Palestina wajib menggunakan senjata karena Zionis pun memakai senjata mutakhir dari Amerika, jadi senjata harus dilawan dengan senjata agar adil. 

Kemudian hanya sistem pemerintahan Islam yang mampu melindungi Masjid Al-Aqsha dari perbuatan semena-mena bangsa Yahudi Israel. Seorang pemimpin atau khalifah di dalam sistem Islam akan membuat kebijakan tegas agar Palestina merasakan ketentraman seutuhnya. 

Keyakinan akan kemenangan umat Islam dari bangsa Zionis Israel berdasarkan hadis Rasulullah SAW berikut ini: 

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka hingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu lantas batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang mukmin! Wahai hamba Allah! Ini ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia.” Kecuali pohon al-gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Demikianlah sebagai umat Islam harus bersiap memerangi bangsa Israel. Sudah cukup banyak peringatan, tinggal bergerak melaksanakan perintah dari Allah SWT. 

Kesimpulan

Umat Islam wajib belajar apa itu jihad dan khilafah, bukan sekadar sejarah belaka. Pembebasan Palestina hanya bisa dilakukan oleh jihad dalam naungan sistem pemerintahan Islam. Ilmu tersebut harus dipelajari di pengajian yang mempelajari Islam secara kaffah atau menyeluruh. 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم