Oleh Endah Dwianti, S.E.,  CA., M.Ak.
Pengusaha


Kasus kriminalitas yang semakin brutal dan melibatkan pelaku berusia muda semakin banyak terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, seorang pria di Musi Rawas tega membunuh ibunya sendiri karena kalah judi (Kumparan.com, 7 Februari 2025). Di Sambas dan Bandung, jasad bayi yang baru lahir ditemukan mengambang di sungai, dengan pelakunya anak di bawah umur (Kumparan com, 7 Februari 2025 & BeritaSatu.com, 7 Februari 2025).

Fenomena ini bukan sekadar kasus per kasus, tetapi mencerminkan kegagalan sistem kehidupan yang ada saat ini. Kapitalisme sekuler, yang mengabaikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, telah menciptakan kondisi di mana kejahatan semakin merajalela dan keamanan publik tidak terjamin.

Gagalnya Sistem Kapitalisme dalam Menjamin Keamanan

Kriminalitas yang semakin parah ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi:

1. Tekanan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial. 
Sistem ekonomi kapitalisme menyebabkan jurang kesenjangan yang lebar antara si kaya dan si miskin. Banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga terjerumus ke dalam tindakan kriminal, seperti perjudian dan pencurian. Dalam kasus di Musi Rawas, kekalahan dalam judi menjadi pemicu utama pembunuhan. Ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi bisa memicu perilaku ekstrem.

2. Kerusakan Moral dan Kehancuran Struktur Keluarga. 
Sistem sekuler menghapus nilai-nilai agama dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan dan media. Akibatnya, banyak anak muda tumbuh tanpa pemahaman yang kuat tentang benar dan salah. Pergaulan bebas, minimnya pengawasan orang tua, dan mudahnya akses terhadap konten negatif dari media sosial mempercepat kerusakan moral. Kasus pembuangan bayi yang melibatkan anak di bawah umur menunjukkan betapa rendahnya kesadaran moral generasi muda saat ini.

3. Sanksi yang Tidak Memberikan Efek Jera. 
Sistem hukum yang ada saat ini cenderung lemah dan tidak memberikan efek jera. Hukuman ringan bagi pelaku kejahatan sering kali tidak sebanding dengan dampak dari tindakan mereka. Banyak pelaku kriminal yang keluar dari penjara dan kembali melakukan kejahatan yang sama.

4. Lemahnya Kontrol Sosial dan Keamanan Publik. 
Kapitalisme menempatkan keamanan sebagai tanggung jawab individu, bukan negara. Akibatnya, kejahatan terus meningkat karena lemahnya kontrol sosial. Masyarakat cenderung bersikap individualistis dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga tidak ada pencegahan sejak dini terhadap potensi kejahatan.

Negara sebagai Penjamin Keamanan

Islam menawarkan solusi komprehensif dalam menjamin keamanan masyarakat dengan menerapkan tiga pilar utama:

1. Ketakwaan Individu. 
Islam menanamkan ketakwaan kepada Allah sebagai landasan utama dalam kehidupan individu. Dengan memahami tujuan hidup dan konsekuensi perbuatannya, individu akan menjauhi tindakan kriminal. Pendidikan Islam membentuk generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya, serta takut akan siksa Allah atas perbuatan maksiat dan kejahatan.

2. Kontrol Sosial yang Kuat. 
Dalam Islam, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi perilaku sesama. Amar makruf nahi mungkar menjadi tanggung jawab bersama, sehingga perilaku menyimpang dapat dicegah sejak dini. Ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat kapitalis yang cenderung individualistis dan tidak peduli terhadap orang lain.

3. Negara sebagai Pelindung dan Penegak Hukum. 
Islam menempatkan negara sebagai ra’in (pelindung) bagi rakyatnya. Negara bertanggung jawab dalam menjamin kesejahteraan rakyat sehingga mereka tidak terdorong untuk melakukan kejahatan. Negara juga menerapkan sistem sanksi yang bersifat jawazir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa). Hukuman dalam Islam tidak hanya bertujuan untuk menghukum pelaku, tetapi juga mencegah orang lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Sebagai contoh, dalam kasus pembunuhan, Islam menerapkan hukum qishash (balasan setimpal), yang terbukti lebih efektif dalam mencegah pembunuhan dibanding hukuman penjara yang ada saat ini. Begitu pula dalam kasus pencurian dan zina, hukuman dalam Islam memiliki efek jera yang lebih kuat dibanding sistem hukum sekuler.

Saatnya Beralih ke Sistem Islam

Meningkatnya kriminalitas, khususnya yang melibatkan anak muda dan tindakan kekerasan ekstrem, merupakan bukti nyata kegagalan sistem kapitalisme dalam menciptakan keamanan masyarakat. Sistem ini tidak hanya gagal dalam menjamin kesejahteraan rakyat, tetapi juga gagal dalam membangun moral dan nilai-nilai kehidupan yang baik.

Islam, dengan aturan yang jelas dan menyeluruh, menawarkan solusi yang jauh lebih baik dalam menciptakan keamanan. Dengan ketakwaan individu, kontrol sosial yang kuat, serta negara yang berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan dan menegakkan hukum, kejahatan bisa ditekan secara signifikan.

Sudah saatnya kita mempertimbangkan perubahan mendasar dalam sistem kehidupan kita. Islam bukan sekadar agama, tetapi juga sistem yang mampu memberikan solusi bagi berbagai problematika masyarakat, termasuk dalam menciptakan keamanan yang hakiki.

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama