Oleh Heni Ummu Faiz
                    Ibu Pemerhati Umat


Hari ini Palestina menjadi sorotan penduduk dunia. Sejak gencatan senjata kondisinya semakin menyayat hati. Zionis Israel justru kian menampakkan wajah aslinya dengan terus melakukan genosida terhadap anak-anak di kota Gaza. Mirisnya, negeri-negeri Arab justru berdiam diri tak mau mengirimkan tentara terhadap derita saudaranya. Ribuan nyawa anak-anak Gaza tak menggerakkan penguasa muslim. 

Bahkan menurut laporan terbaru diungkapkan bahwa lebih dari  39.000 anak di Gaza harus kehilangan orang yang mereka sayangi  ataupun salah satu dari  kedua orang tua akibat genosida zionis Israel. (SINDOnews.com, 05/04/2025)

Kekejian Israel menjadi bukti nyata bahwa klaim untuk menangkap Hammas hanyalah bualan semata. Pada faktanya adalah genosida terhadap rakyat Palestina. Ironisnya justru para pegiat HAM diam membisu seolah-olah mengamini adanya pembantaian umat Islam ini. 

Bahkan semakin jelas semacam PBB saja hanya mengecam dan tak ada keberanian bertindak keras terhadap zionis Israel. Sementara negeri-negeri muslim pun tetap tak ada keberanian untuk mengirimkan tentaranya. 

Fakta ini menjadi bukti bahwa sehebat apa pun negeri-negeri muslim jika masih dalam cengkeraman nasionalisme tidak akan ada keberanian untuk membantu saudaranya dengan mengirimkan tentaranya. Bahkan lembaga - lembaga internasional baik Islam seperti OKI pun serta lembaga sosial lainnya  tak mampu menghapuskan air mata anak-anak Gaza. Semua tunduk terhadap zionis Israel laknatullah. Hanya kekuatan yang bersumber dari aturan Allah Swt yakni aturan syariah dan Khilafah saja yang mampu menghentikan kekejian zionis Israel.

 Zionis  Israel semakin jumawa ketika tidak ada kekuatan Islam kafah sekalipun seluruh dunia mengecam dan menghakiminya. Bahkan Netanyahu tidak akan menghentikan perang selama Hammas tidak menyerah (takluk) kepadanya. 

Dari sini jelas sudah zionis Israel sifat aslinya. Mirisnya lembaga-lembaga internasional justru memberikan solusi yang merugikan Palestina dan kaum muslim. Ada beberapa solusi yang sering digaungkan selama ini untuk penyelesaian Palestina yakni  adalah two-solution, bahkan Amerika sebagai sahabat terbaik zionis Israel melaui presidennya Donal Trump berencana memindahkan anak Gaza ke negara aman semacam Indonesia. Padahal solusi tersebut merupakan ide-ide yang hanya menyenangkan zionis Israel dan Barat. 

Solusi seperti dua negara merupakan ide sesat yang secara langsung mengakui entitas zionis Israel secara utuh. Sementara kita tahu bahwa zionis Israel merupakan penjajah yang selayaknya diusir dari bumi para Nabi. Memberikan sebagian negara kepada zionis Israel sana saja merestui penjajahan. Sudah bisa dipastikan imperialisme terhadap Palestina akan terus dilakukan. 
Tragedi genosida terbesar di dunia ini harusnya menyadarkan umat bahwa solusi untuk Palestina adalah persatuan umat Islam seluruh dunia. Bukan yang lain. 
Bukan solusi dua negara, bukan pula mengikuti maunya Donald Trump memindahkan warga Gaza dan menjadikan Gaza Palestina sebagai tempat wisata. Apalagi menerima pengungsi Gaza di negara kita. 
 
Jihad dan Khilafah, Solusi Hakiki Masalah Palestina

Sebagaimana kita pahami tanah Palestina adalah sebuah negeri Islam yang diberkahi dari sejak dahulu. Bahkan sebagai tempat lahirnya para Nabi. Palestina adalah negeri tempat israk Nabi ﷺ dan tempat beliau bertolak mikraj ke langit. "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami." 
(Surah Al-Isra  ayat 1)

Oleh karena itu, kaum muslimlah yang paling berhak atas tanah ini. Sudah seharusnya seluruh umat muslim di seluruh dunia dan mengembalikannya sebagai tanah kaum muslim kembali. Bukan hanya itu, kita sebagai umat Islam harus bersatu padu dan ambil bagian untuk berupaya mengusir zionis Israel laknatullah dengan menghempaskan sekat-sekat nasionalisme.

Memahami Palestina bukanlah sekadar masalah kemanusiaan yang selama ini diopinikan di berbagai media sosial. Namun merupakan masalah seluruh kaum muslim di seluruh dunia. Palestina merupakan tanah kharajiyah yang tidak pantas diserahkan kepada orang lain terlebih ke zionis Israel. 

Di masa Khilafah tegak khalifah Sultan Hamid II menolak untuk menyerahkan Palestina walaupun sejengkal tanah pun. Ini menjadi izzah bagi pemimpin Islam. Para ulama pun bersepakat ketika menyerahkan Palestina kepada orang kafir sebagai sebuah keharaman. Bukan hanya itu tindakan tersebut menodai kehormatan kaum Muslim, melanggar kesucian tanah yang disucikan Allah dan Rasul-Nya. Hal ini pula merupakan pelanggaran perintah Allah dan Rasul-Nya. 

Untuk itu saat ini yang seharusnya kita lakukan mendakwahkan syariah dan khilafah. Tidak hanya donasi dan doa tetapi juga menyampaikan tentang kondisi Palestina yang sebenarnya. Solusi terbaiknya adalah jihad dan Khilafah. 

Solusi ini merupakan solusi tuntas yang akan menghilangkan derita Palestina. Khilafah yang akan menjadi ra'in dan junnah dari berbagai ancaman yang akan merusak Palestina. 

Khilafah menjadi sesuatu yang  ditakuti oleh zionis Israel, maka sudah selayaknya bagi umat Islam untuk lebih memahami hukum syariat agar derita di Gaza segera berakhir. Bukan hanya itu tidak seharusnya berdiam diri tetapi terus bergerak berjuang untuk Palestina agar kita kelak di akhirat memiliki hujjah. Terlibat dalam barisan dakwah dalam menyuarakan Palestina melalui solusi tuntasnya syariah dan Khilafah merupakan sebuah kewajiban. 

Semoga pertolongan Allah segera turun agar Khilafah pembebas Palestina khususnya dan kaum muslim di dunia segera tegak. Sehingga air mata anak-anak Gaza terhapus. 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

أحدث أقدم