Oleh Ummu Hilya
Aktivis Dakwah
Gaza masih terus menjadi sasaran genosida dengan cara yang makin mengerikan. Bahkan Gaza juga disinyalir menjadi tempat uji coba senjata. Pun seperti kehilangan akal, penjajah Zionis melakukan cara-cara kotor untuk memuluskan genosida di Gaza. Diantaranya adalah menahan masuknya bantuan makanan agar penduduk Gaza kelaparan hingga meninggal, menetapkan titik pengambilan bantuan, dan kemudian menjadikan masyarakat yang sudah berkumpul sebagai sasaran serangan.
Kerumunan warga Gaza yang tak berdosa diserang tanpa ampun saat mengantre menunggu bantuan gizi dan layanan kesehatan di pos medis di Deir al-Balah. Dilaporkan sedikitnya 15 orang, termasuk 10 anak-anak telah meninggal. Bahkan data Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan, serangan dan tembakan Zionis menewaskan sedikitnya 67 orang lainnya di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir. (Tirto, 11-7-2025)
Di sisi lain, ada angin segar berupa dukungan dan pembelaan dari Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese. Dalam laporan tajamnya pada 30 Juni lalu, Albanese menuding lebih dari 60 perusahaan, termasuk raksasa teknologi AS seperti Google, Amazon, dan Microsoft terlibat dalam memberi dukungan pendudukan dan genosida Israel, serta mendapatkan keuntungan besar dari perang Israel di Gaza. Albenese pun mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) serta sistem peradilan nasional untuk menyelidiki dan menuntut para eksekutif perusahaan tersebut. Tak lupa juga mendorong agar negara-negara anggota PBB memberi sanksi tegas serta membekukan aset para pelaku yang terlibat. (Gaza Media, 10-07-2025)
Pengkhianatan Penguasa Muslim
Genosida Palestina sungguh di luar batas kemanusiaan. Pemimpin negeri muslim malah menutup mata bahkan memalingkan muka. Di depan mata dunia mereka memberi kecaman tetapi di belakangnya begitu hangat dan mesra menyambut tangan penjajah Zionis. Padahal, penjajah keji inilah yang membantai ribuan nyawa dan mengusir paksa kaum muslim Gaza.
Terlebih pasca kunjungan Donald Trump ke Timur Tengah pada Mei 2025, AS mendapatkan keuntungan besar dari negeri Arab dengan melakukan hubungan diplomatik dan ekonomi melalui perdagangan. Parahnya, demi menjaga kestabilan negeri dan meraup keuntungan ekonomi, penguasa negeri muslim semakin meningkatkan laju perdagangannya dan tanpa malu memberikan investasi fantastis kepada AS. Bukti ini semakin nampak bahwa mereka adalah pengkhianat sejati. Padahal hubungan ini akan semakin menguatkan dominasi dan posisi AS tatkala mendapatkan keuntungan strategis dari negara-negara kaya energi, yang dengan investasinya AS memperbesar perusahaan-perusahaan di bidang industri militer dan energi.
Solusi Hakiki Palestina
Ada banyak pengamat mengkritik tindakan genosida Zionis. Namun, mereka juga tidak memberikan solusi lantaran mereka bingung arahnya mau kemana hingga sampai-sampai tak ada langkah nyata untuk membebaskan Masjidilaqsa dan tanah suci kaum muslim dari penjajah. Pengkhianatan serta pembiaran kekejian Zionis malah terus terjadi di depan mata. Normalisasi hubungan dan penandatanganan perjanjian dengan Zionis terus diagendakan.
Maka umat Islam sedunia sangatlah butuh sosok pemimpin sejati dengan seperangkat sistemnya. Pemimpin yang independen tanpa ada ketundukan serta ketergantungan dengan penguasa dunia Amerika Serikat yang notabene penjajah yang menjarah kekayaan negeri-negeri muslim. Sosok pemimpin yang amanah, adil, dan peduli akan penderitaan umat, itulah Khalifah dengan seperangkat sistemnya yakni Khilafah.
Khalifah adalah pemimpin umat Islam yang akan mengakhiri pengkhianatan dan membuka kemenangan Islam. Khilafah bukan hanya sistem kepemimpinan Islam global, tetapi juga merupakan janji Allah Swt. yang pasti akan terjadi dan terwujud sebagai rahmat bagi seluruh alam, sehingga wajib diperjuangkan dan ditegakkan untuk menghentikan kerusakan serta kezaliman di seluruh penjuru dunia.
Umat Islam harus terus membangun narasi akan solusi hakiki untuk Palestina, yakni hanya jihad dan Khilafah. Mengkritisi para penguasa yang saat ini menjadi boneka penjajah agar mereka sadar untuk kembali kepada aturan Sang Pencipta. Semua muslim harus memahami akar masalah penjajahan di Palestina serta berkewajiban menyadarkan muslim yang lain. Langkah dan gerakan yang terpadu ini akan membangun kekuatan dan persatuan umat atas dasar kesadaran yang sempurna.
Kesadaran yang sahih di tengah-tengah umat akan menggerakkan umat untuk kuat dalam perjuangan dakwah menetapi thariqah Rasulullah. Karena kunci kemenangan Islam bukan melalui people power maupun jalur parlemen sistem demokrasi, melainkan harus sejalan dengan thariqah dakwah Rasulullah. Upaya perjuangan selain dari Islam harus dijauhi dan ditinggalkan, karena merupakan jebakan penjajah serta bukan warisan Rasulullah. Umat harus yakin bahwa thariqah inilah yang akan menghantarkan kepada kemenangan umat Islam termasuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.
Wallahualam bissawab. []
Posting Komentar