Oleh Rosmita
Aktivis Dakwah Islam
Setiap tahun, rakyat Indonesia larut dalam gegap gempita peringatan kemerdekaan. Bendera merah-putih dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, dan pidato-pidato patriotik disampaikan. Namun, di balik semua euforia tersebut, ada sebuah pertanyaan yang menggantung: apakah benar kita sudah merdeka?
Faktanya, Indonesia belum merdeka secara hakiki. Negara kita masih terkukung oleh ideologi yang dibawa oleh penjajah, yaitu kapitalisme sekuler. Sistem ekonomi yang berbasis pada keuntungan dan eksploitasi telah membuat rakyat Indonesia menjadi korban dari sistem yang tidak adil.
Lebih parah lagi, negara kita masih terjerat utang luar negeri berbasis riba. Utang ini telah membuat Indonesia menjadi budak dari negara-negara kaya dan lembaga keuangan internasional. Kita harus membayar utang tersebut dengan bunga yang tinggi, sehingga membuat beban rakyat semakin berat.
Selain itu, semua kebijakan pemerintah harus sesuai dengan persetujuan asing. Hal ini telah membuat Indonesia kehilangan kedaulatan dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Rakyat Indonesia tidak lagi menjadi subjek yang berdaulat, melainkan menjadi objek yang dikontrol oleh kekuatan asing.
Sumber daya alam Indonesia masih dikuasai oleh asing. Perusahaan-perusahaan multinasional telah menguasai sektor-sektor strategis, seperti minyak, gas, dan mineral. Hal ini telah membuat rakyat Indonesia tidak lagi menjadi pemilik dari sumber daya alamnya sendiri.
Rakyat Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. Kemiskinan, pengangguran, dan ketidaksetaraan ekonomi masih menjadi masalah yang sangat serius. Ditambah lagi, rakyat terus dipalak oleh negara atas nama pajak. Pajak yang tinggi telah membuat beban rakyat semakin berat, sehingga membuat mereka semakin sulit untuk mencapai kesejahteraan.
Ketika ada orang yang menyampaikan aspirasinya untuk mengkritisi pemerintah, mereka langsung dibungkam oleh aparat. Kebebasan berbicara dan berekspresi telah dibatasi, sehingga membuat rakyat tidak lagi memiliki ruang untuk menyampaikan pendapatnya.
Pertanyaan yang sama terus menggantung: apakah benar kita sudah merdeka? Jawabannya adalah tidak. Indonesia belum merdeka secara hakiki. Kita masih terkukung oleh ideologi yang dibawa oleh penjajah, masih terjerat utang luar negeri, masih kehilangan kedaulatan dan kemandirian, masih dikuasai oleh asing, dan masih jauh dari kata sejahtera.
Makna Merdeka Menurut Islam
Dalam Islam, makna merdeka sangat luas dan mendalam. Berikut beberapa aspek makna merdeka menurut Islam:
1. Merdeka dari perbudakan: Islam mengajarkan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka dan tidak ada yang berhak memperbudaknya, kecuali Allah SWT.
2. Merdeka dari penjajahan: Islam mengajarkan bahwa umat Islam harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan mereka, serta tidak boleh tunduk kepada penjajahan.
3. Merdeka dari hawa nafsu: Islam mengajarkan bahwa setiap manusia harus berjuang untuk mengendalikan hawa nafsunya dan tidak boleh menjadi budaknya.
4. Merdeka dari takhayul dan khurafat: Islam mengajarkan bahwa umat Islam harus berpikir secara rasional dan tidak boleh terjebak dalam takhayul dan khurafat.
5. Merdeka untuk beribadah: Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kebebasan untuk beribadah kepada Allah SWT dan tidak boleh dipaksa untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya.
6. Merdeka dari ketakutan: Islam mengajarkan bahwa umat Islam harus memiliki keberanian dan tidak boleh takut kepada siapa pun, kecuali Allah SWT.
Dalam Al-Qur'an, ada beberapa ayat yang menggambarkan makna merdeka, seperti:
- "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
- "Katakanlah: 'Hai ahli kitab, marilah kepada kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, yaitu tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun.'" (QS. Ali Imran: 64)
- "Dan tidaklah kamu memperoleh kebaikan kecuali apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Nahl: 90)
Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
- "Tidak ada kebaikan dalam kehidupan ini kecuali dengan Islam." (HR. Bukhari)
- "Tidak ada kebebasan kecuali dengan Islam." (HR. Abu Dawud)
Dengan demikian, makna merdeka dalam Islam sangat luas dan mendalam, dan tidak hanya terbatas pada kemerdekaan politik atau ekonomi, tetapi juga mencakup kemerdekaan spiritual dan moral.
Sebuah negara dikatakan merdeka apabila mencapai lima level ini:
1. Fisik.
Bebas dari penjajahan militer asing dan bebas menguasai wilayah sendiri.
2. Politik.
Berdaulat dalam mengambil keputusan tanpa dikendalikan pihak luar.
3. Ekonomi.
Mandiri mengelola sumber daya alam tanpa ketergantungan pada utang luar negeri.
4. Pemikiran.
Menentukan arah ideologi dan pendidikan sesuai nilai-nilai Islam.
5. Hakiki.
Memimpin dengan hukum Allah dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat.
Untuk mencapai kemerdekaan hakiki, kita harus melakukan perubahan sistemik yang fundamental yaitu mengubah sistem negara yang kapitalis dan sekuler menjadi sistem Islam. Hanya dengan sistem Islam yang mampu mengubah negara menjadi negara yang mandiri dan berdaulat. Sistem Islam juga yang mampu menjamin keadilan, keamanan dan kesejahteraan rakyat. []
Posting Komentar