Oleh Maya Firdaus 
                      (Aktivis Dakwah)


Mendekati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2025. Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kontroversi pengibaran bendera One Piece. One Piece adalah judul sebuah anime bajak laut. Meskipun mengibarkan bendera One Piece adalah bentuk dari harapan dan kreativitas para pemuda. Namun pemerintah menilai Hal ini sebagai bentuk pemberontakan oleh sebagian orang yang kontra terhadap pemerintah. Menurut wakil ketua dewan perwakilan rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad, menilai bahwa pengibaran bendera one Piece merupakan percobaaan gerakan ingin memecah belah bangsa Indonesia.

Namun, terdapat beberapa pernyataan yang menilai fenomena tersebut sebagai bentuk kritik oleh generasi muda kepada penguasa. Seperti yang diutarakan oleh Riko Niviantoro, peneliti kebijakan publik Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), yang menyatakan bahwa fenomena tersebut bukan makar, akan tetapi gagasan baik anak-anak muda yang perlu didengar oleh pemerintah. Begitupun, Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Dr. Citra Wulandari menyebut, fenomena ini tidak bisa semata dilihat sebagai penghinaan simbol negara. Perlu dibedakan antara bentuk ekspresi simbolis dan tindakan merendahkan negara. Jika tujuannya adalah menyampaikan kritik sosial secara damai, pemerintah seharusnya lebih terbuka.

Ketidakadilan Bukti Kapitalisme

80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sudah pasti masyarakat Indonesia berharap keadialan dan kesejahteraan hidup. Baik berupa pemenuhan sandang, pangan dan papan. Namun harapan hanya tinggal harapan, pemerintah seolah abai akan rakyatnya. Kesejahteraan yang tak terpenuhi, ketidakadilan terjadi dimana-mana. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyatpun pemerintah tak peduli. Sumber daya alam yang sangat beraneka ragam dan melimpah di negeri ini pun tidak lagi digunakan untuk kesejahteraan rakyat, namun diberikan  untuk dikelola oleh pemilik modal. Dimana keuntungan yang diperoleh digunakan untuk pribadi pemilik modal dan antek-anteknya. 

Pengibaran bendera One Piece merupakan kritik rakyat Indonesia atas ketidakadilan tersebut. Jika dilihat lebih detail, ketidakadilan ini bersumber dari penerapan ideologi kapitalisme, yang memisahkan agama dari lini kehidupan. Demokrasi yang diterapkan di Indonesia yang menetapkan kedaulatan berada di tangan rakyat, dengan jargon dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat digembar-gemborkan menjadi ideologi terbaik pada era ini. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan penyalur aspirasi dan harapan rakyat nyatanya hanyalah wakil partai politik. Mereka hanya membuat undang-undang yang hanya menguntungkan para pemilik modal dan memperkaya diri. Sehingga menjadikan kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Dengan kata lain, ideologi Demokrasi Kapitalis bukanlah ideologi terbaik, mustahil menciptakan keadialan dan kesejahteraan rakyat. Maka sudah saatnya beralih pada ideologi yang benar. 

Ideologi Islam Terbaik

Islam bukan merupakan agama spitual semata, tetapi juga merupakan ideologi yang diturunkan oleh Allah SWT. Dimana segala sesuatunya sudah diatur dan mutlak. Persoalan kedaulatan hanya berada ditangan syara' . Allah yang menjadi satu-satunya pembuat hukum dan syariat, tidak ada kesempatan manusia untuk merubahnya. Sebagaimana firman Allah:
إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَٰصِلِينَ
Artinya:
"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” (QS Al-An’am [6]:57).

Dengan adanya prinsip kedaulatan yang dianut dalam islam, sudah pasti keadilan dan kesejahteraan akan tercipta. Karena islam memiliki hukum yang sesuai fitrah manusia. Islam juga memiliki aturan terbaik yang dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat, negara dan pemerintah. Dengan demikian penting bagi kita untuk menyadarkan politik umat untuk beralih pada ideologi yang terbaik sepanjang jaman, ideologi itu bernama Islam. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama