Oleh Layli Hawa
(Sahabat Remaja Islam, Aktivis Dakwah)
Nobar Maulid Nabi Saw yang bertajuk "Satu Risalah, Satu Umat, Satu Tujuan" digelar pada tanggal 5 Rabiul Awwal 1447 H atau bertepatan dengan tanggal 27 September 2025 di pelataran R.A Alif oleh komunitas Sahabat Remaja Islam Cibubur. Acara ini serentak diadakan oleh berbagai wilayah di Indonesia melalui siaran langsung streaming yang berdurasi selama 3 jam.
Maulid Nabi ini berjalan dengan berbagai rangkaian, diantaranya video pembuka tentang sahabat 'Afif bin Qays, monolog, dialog interaktif, pemutaran video tentang Gaza, puisi "Palestina Memanggil" dan pidato politik. Rangkaian ini diisi oleh para narasumber dan pengisi hebat yaitu host Abdullah Ramli, qori ustad Nanang Sunarya Al-Luluty, Sejarawan Niko Pandawa, Ustad Ismail Yusanto, KH. Hafiz Abdurrahman dan KH. Rokhmat S. Labib.
Agenda Nobar Maulid yang diadakan komunitas Sahabat Remaja Islam Cibubur dipandu oleh Ustadzah Hotimah sebagai fasilitator yang membersamai puluhan peserta dari mulai siswi SMP, SMA, hingga Mahasiswi dan ibu muda. Suasana penuh keakraban memberikan kesan menyenangkan diantara peserta remaja dengan rangkaian rundown yang disuguhkan. Acara diawali dengan pembukaan oleh dua MC muda, saudari Adinda dan Alifah dengan penuh semangat dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ukhti Zahra demi menambah keberkahan dalam majelis.
Acara nobar Maulid ini tidak hanya meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Saw, tetapi juga mengangkat tema penting dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam menyeluruh dalam mengemban risalah Nabi Saw. Mengingat perjuangan dakwah beliau yang tidak mudah, bahkan mampu memusatkan kepemimpinan Islam dalam naungan syariat. Dengan melihat kondisi umat hari ini yang tidak lagi bersatu padu, agenda nobar ini juga mengingatkan para peserta terhadap saudara muslim di Gaza yang kehilangan arah dan keadilan akibat penjajahan Yahudi Israel terhadap saudara muslim disana, bahwa umat perlu bersatu dalam naungan yang satu yaitu sistem yang pernah ada dan berjaya selama 1300 tahun lamanya berhasil menyatukan umat.
Disela dialog interaktif narasumber tentang bagaimana konsep ittiba kepada Nabi Saw yang ditampilkan di layar, fasilitator juga menyampaikan kepada bahwa agenda Maulid adalah momentum perubahan bagi diri dan umat menuju perubahan Islam untuk kebaikan bersama termasuk kepedulian terhadap saudara muslim di Gaza, Palestina. Maka Ustadzah Hotimah sangat menekankan pentingnya ittiba atau mengikuti dan meneladani Rasulullah Saw dalam segala aspek. Selaras dengan ayat yang dilantunkan penilawah dan ditegaskan lagi oleh fasilitator yaitu surat Al ahzab ayat 21 yang artinya, "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu...". Ayat tersebut tidak hanya bermakna meneladani akhlak personal Nabi Saw saja, tetapi teladan dalam keberanian beliau menolak kompromi akidah dalam memimpin umat dan membangun masyarakat yang diatur dengan hukum Allah SWT.
Ustadzah Hotimah juga menjelaskan kondisi umat saat ini yang sedang dihadapkan tantangan besar berupa krisis moral, kegagalan sistemik politik dan keterpurukan peradaban. Maka seharusnya ditengah kebuntuan itu, rindu kepada Rasul menjadi energi untuk kembali meraih Uswah Hasanah beliau dan bukan sekedar romantisme spiritual semata. Sembari beliau mengingatkan kepada peserta sabda Nabi Saw, "Barangsiapa menaatiku, maka ia masuk surga. Barangsiapa mendurhakaiku, maka ia enggan masuk surga. (HR. Tirmidzi). Hadits ini mempertegas bahwa bukti cinta dan rindu kepada Rasulullah adalah dengan menaatinya dan meneladani jalan dakwahnya.
Setelah fasilitator menggempur berbagai pemaparan, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh saudari Adinda yang berjudul "Samudera Rindu Kepada Rasulullah" dengan penghayatan yang menyayat sanubari. Pembacaan shalawat "Mahallul Qiyam" pun bersambut diantara para peserta sebagai pengingat rasa syukur mendalam hadirnya sosok manusia mulia Rasulullah Muhammad Saw, dan untuk menunjukkan rasa hormat juga cinta atas pedihnya perjuangan dalam mewujudkan dakwah Islam di muka bumi. Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala alihi wa sallim.
Rangkaian acara ditutup dengan menyaksikan acara layar pidato politik oleh KH. Rokhmat S. Labib. Beliau menyampaikan bahwa pernyataan pemimpin negeri ini jika solusi 2 negara diterapkan bagi selesainya penderitaan saudara di Palestina. Sebab berarti sama saja mengizinkan para penjajah, perampok dan perampas menduduki tanah kaum muslimin. Beliau juga menyebut, bahwa Nabi Saw telah lebih dulu mewariskan tanah tersebut agar dijaga dari penjajah, maka sudah sepantasnya solusi tepat untuk menjaganya adalah dengan mengembalikan gelar Khoiru Ummah bagi tanah Palestina dan umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Kemudian MC memberikan kesempatan kepada dua peserta, Fatimah dan Zahra menyampaikan kesan dan pesan sekaligus ilmu yang didapat setelah menyimak acara tersebut dan MC menutupnya dengan doa.
Acara nobar Maulid ini semoga menjadi titik awal perubahan mendasar bagi peserta dan umat dalam meneladani risalah Nabi Saw, sehingga muslim Gaza dan umat Islam bisa segera meraih kepemimpinan satu dalam bingkai Islam. Aamiin[]
Posting Komentar