Oleh Rini Nur Adniatini S.Pd
                        Aktivis Dakwah 


Gaza saat ini masih terus diserang, sudah ratusan ribu nyawa melayang, bangunan porak poranda akibat serangan udara zionis, tidak terhitung korban yang mengalami luka-luka. Padahal gencatan senjata telah resmi dilakukan sudah lebih setahun yang lalu yaitu pada tanggal 19 Januari 2025. Sejatinya gencatan senjata di Gaza adalah kesepakatan untuk menghentikan konflik sementara demi mengurangi korban sipil. 

Namun baru 2 hari adanya gencatan senjata, kendaraan Israel melepaskan tembakan di Jembatan Wadi Gaza, Gaza tengah pada tanggal 21 Januari 2025. Entah sudah berapa banyak pelanggaran yang dilakukan Zionis Israel sehingga gencatan senjata hanya sekedar omong kosong belaka. Setelah Zionis berhasil memporak porandakan bangunan yang ada di Palestina, Zionis saat ini telah melakukan perluasan wilayah,  merampas tanah palestina dengan mendirikan ribuan pemukiman. Saat ini lebih dari 700.000 pemukim Israel tinggal di permukiman tepi Barat Gaza, termasuk Yerusalem Timur, yang bertentangan dengan hukum internasional dan sebanyak 3,3 juta warga Palestina juga menghuni area yang sama, menurut laporan PBB pada 2025. (Antara, 05/06/2026)

Selain itu mereka juga kerap melakukan pengibaran bendera Israel oleh kelompok ekstrimis di pelataran komplek masjid Al-Aqsa, hal ini seringkali mendapat pengawalan dan dibiarkan oleh aparat keamanan Israel. Zionis melakukannya sebagai simbol penguasaan entitas Zionis mengalahkan Umat Islam. 

Ambisi Israel Menguasai Palestina

Genosida yang dilakukan Israel jelas merupakan kebiadaban, kekejaman, kejahatan kemanusiaan dan kerusakan yang besar di muka bumi. Zionis berambisi mewujudkan Israel Raya menguasai seluruh tanah Palestina. Zionis tidak memandang korbannya anak-anak ataupun perempuan. 

Terwujudnya Israel Raya didukung oleh AS, bahkan AS mengajak penguasa negeri-negeri muslim mendukung solusi dua negara, tentu hal ini menambah penderitaan rakyat Palestina yang tak kunjung selesai. Para penguasa muslim bersekongkol melakukan pengkhianatan terhadap  umat Muslim di Palestina. 

Islam Solusi Palestina

Ambisi Zionis yang ingin mewujudkan Israel Raya menguasai seluruh wilayah Palestina. Tentu saja hal ini harus ditolak dengan perlawanan, perlawanan membutuhkan persatuan Umat Islam dan kekuatan dalam wujud nyata. Sejarah telah menorehkan bagaimana Umat Islam terdahulu berhasil menguasai hampir 2/3 dunia. 

Kekuatan Umat Islam saat itu sangat ditakuti lawan. Islam berhasil melahirkan para ilmuwan hebat yang karyanya digunakan hingga saat ini. Islam saat itu tidak hanya sekadar agama ritual, namun menjadi sistem kehidupan sehingga syariat-syariat Islam mampu ditegakkan secara menyeluruh dan hal ini tentu saja membawa keberkahan dan kemenangan sesuai dengan yang diterangkan dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman : 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Andai saja penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Oleh kerana itu, Kami menyeksa mereka kerana perbuatan mereka itu.” (Al-A’raf: 96)

Sebaliknya yang terjadi saat ini, Syariat Islam banyak ditinggalkan, dipilah-pilih yang bermanfaat saja bagi dirinya.
Syariat Islam dapat ditegakkan secara menyeluruh dengan sistem Islam yaitu Khilafah. Tegaknya Khilafah menjadi prioritas agar persatuan Umat Islam dapat terwujud. 

Dalam Khilafah tidak ada nasionalisme sehingga umat Islam tidak tersekat-sekat sebagaimana seharusnya umat Islam dimana pun adalah saudara ibarat berada dalam satu tubuh, jika salah satu mengalami kesakitan maka tubuh yang lain ikut merasakannya. Tentu saja pengkhianatan yang dilakukan para penguasa Muslim akan dihentikan oleh Khalifah sebagai pemimpin Umat. Khalifah akan mengirimkan perlawanan nyata dengan mengirimkan tentara muslim untuk membebaskan palestina dan memerangi entitas Zionis, mengusir mereka dari tanah Palestina untuk selamanya. 

Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama