Oleh Ummu Diaz 
                      Aktivis Dakwah 


Kisah di  Palestina penuh dengan air mata dan tumpahan darah. Ibu dan anak menjadi korban kebiadaban Israel laknatullah. Bangunan rata habis tidak tersisa, tangisan seorang ayah kehilangan anaknya, seorang ibu menangis melihat jasad anak dan suaminya, kurangnya makanan menambah beban mereka.

Palestina menjadi bahan perbincangan di seluruh dunia dan kontroversi bertahun-tahun tanpa adanya solusi. Ketidak pedulian israel terhadap resolusi PBB  yang mengeluarkan keputusan untuk mengakhiri tindakan kekejian yang dilakukan oleh penjaja Israel terhadap warga Palestina. Namun, malah sebaliknya seakan-akan Israel menjadikan Gaza  sebagai medan   pertempuran sekaligus perburuan warga yang mereka samakan dengan hewan. Dengan dalih membasmi sarang teroris Hamas, Israel melakukan pembantaian besar-besaran yang mengarah pada praktik genosida di wilayah Gaza.

Padahal tanah Palestina khususnya Yerusalem memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam, terutama Masjid Al-aqsa sebagai tempat suci bagi umat Islam. Kepedulian terhadap wilayah ini bukan hanya masalah politik, tetapi juga menjaga warisan religius, budaya dan sejarah yang sangat penting bagi umat manusia. Namun, Israel sangat tidak beradab memborbardir hampir seluruh wilayah Gaza hingga rata seperti tanah dan korbannya bukan hanya orang tua tapi anak-anak kecil yang tidak bersalah menjadi korban kebrutalan penjajah Israel.

Ironisnya kebrutalan Israel menjajah Palestina dari Tahun 1917, maka konflik Israel dan Palestina sudah berlangsung selama 75 tahun. Dan konflik semakin memanas pada 1947, saat PBB mengadopsi rencana pembagian Palestina yang bertujuan untuk membagi wilayah menjadi negara Yahudi dan Arab.

Konflik yang berkepanjangan memiliki pertanyaan besar siapa yang mendukung Israel, yaitu negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat, Irlandia, Norwegia,dan Spanyol yang jelas mendukung Israel. Ironinya negara-negara Islam pun tidak ada tindakan yang bisa menyelesaikan konflik berkepanjangan yang menindas warga Palestina.

Adapun presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan Indonesia siap menampung warga Gaza dan siap mengirim pesawat untuk mengevakuasi warga Gaza dan sudah mengirim para medis dan obat-obatan maupun relawan untuk bisa membantu warga  Gaza. Tapi itu bukan solusi yang hakiki. (Beritasatu.com, 25-4-25)

Dengan sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini tidak akan pernah memberikan solusi yang tuntas, mereka hanya egois dengan dalil mereka menjaga negaranya supaya tidak mengalami hal yang sama seperti negara Palestina. Ironisnya negara yang terdekat pun mereka seakan-akan buta dan tuli melihat kezaliman yang dirasakan warga Palestina, padahal nyawa yang meninggal sudah lebih dari 50.000 jiwa.

Padahal sudah jelas di dalam Al-Quran menjelaskan bahwa negara Palestina adalah tanah yang diberkahi dan memiliki sejarah panjang dengan para nabi, beberapa ayat menyebutkan bahwa Palestina adalah tempat para nabi diutus dan berdakwah, serta tempat kelahiran dan perjalanan para nabi.

Al Qur'an menjelaskan di surat Al Anbiya ayat 105.
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ

"Sungguh, kami telah menuliskan di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (lauhul Mahfuz) bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba ku yang saleh".

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an kepada para Rasul Nya. Pada kitab-kitab tersebut dijelaskan bahwa bumi ini milik Allah SWT diwariskan kepada mereka yang dikehendaki Nya. Pada ayat ini juga dijelaskan bahwa hamba-hamba yang mewarisi bumi itu adalah yang sanggup mengelola dan memakmurkan bumi, selama dia mengikuti petunjuk Allah.

Apapun solusinya kalau bukan petunjuk dari Al Qur'an maka solusi itu tidak akan mampu menuntaskan permasalahan di negeri  Palestina, seharusnya warga Gaza mendapatkan hak nya sebagai seorang muslim yang seharusnya ada tindakan serius untuk menuntaskan masalah Palestina, bukan sekadar pemboikotan produk yang dibuat Israel atau hanya  mengecam tindakan Israel, tapi butuh solusi yang hakiki dengan adanya persatuan umat Islam di seluruh muka bumi ini yang mayoritas muslim.

Solusi untuk Palestina menurut Islam adalah jihad fisabilillah dan tegaknya khilafah seperti berikut;

1. Jihad sebagai solusi utama untuk mengusir penduduk Israel yang  ada di Palestina. Jihad disini bukan hanya dalam bentuk peperangan fisik, tetapi bisa juga berupa jihad dakwah.

2. Kunci  untuk mengakhiri penjajahan ini hanya dengan tegaknya khilafah. Untuk bisa mengakhiri kependudukan Israel yang merebut tanah palestina dan khilafah mempunyai kekuatan untuk bisa mengusir penduduk Israel dan menjadikan Palestina negara Islam.

Penyelesaian konflik Palestina dan Israel yaitu dengan persatuan umat Islam yang kuat secara internal dan persatuan ini penting untuk mendukung perjuangan Palestina untuk mendapatkan haknya. Dengan kekuatan seluruh umat Islam, maka apapun persoalannya pasti bisa diselesaikan dengan tuntas.

Dan yang paling penting adalah solusi dua negara antara Palestina dan Israel supaya konflik ini tidak berlanjut dan tidak ada lagi konflik-konflik yang baru dituntaskan secara damai bila perlu.

Kesimpulannya menurut Islam dengan melakukan pembebasan dari pendudukan Israel  dan pembentukan negara Palestina yang merdeka melalui perjuangan yang komprehensif, termasuk diplomasi, jihad dan persatuan umat Islam, serta tegaknya khilafah Islamiyyah.

Dan hal ini  bisa diwujudkannya hanya dengan mendirikan negara Islam dan seorang pemimpin yang memiliki idiologi Islam sehingga bisa mencari solusi sampai ke akar-akarnya dan solusinya sesuai dengan Al- Qur'an, hadis, ijma sahabat dan qiyas pasti akan terselesaikan dengan ridha Allah Wallahualam bissawab. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama