Oleh Lia Ummu Thoriq
Aktivis Muslimah Peduli Generasi
Negeri ini tak kunjung usai diterpa berbagai masalah. Mulai dari masalah politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan dan lain sebagainya. Masalah pergaulan beberapa bulan yang lalu kita digegerkan dengan seorang dokter yang melecehkan pasiennya. Hal ini tak layak dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi.
Masih masalah pergaulan, beberapa hari lalu kita digegerkan dengan berita inses (hubungan sedarah). Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Sedih rasanya negeri muslim namun pendukungnya banyak melanggar perintah Allah. Negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur yang disematkan kepada negeri kita seolah luntur akibat perbuatan maksiat penguasa dan penduduknya.
Baru-baru ini kita mendengarkan pihak kepolisian menggerebek grup fantasi sedarah di Facebook. Sebagaimana dilansir beritasatu.com Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan terhadap Perempuan mendesak polisi untuk secara serius menindaklanjuti kasus grup fantasi sedarah yang viral di Facebook. Grup ini telah meresahkan publik terutama dikalangan orang tua. Ketua Subkomisi Pengembangan Sistem Pemulihan di Komnas Perempuan Yuni Asriyanti mengatakan "meski grupnya sudah dibubarkan, bukan berarti pelakunya tidak bisa dilacak". Hukum harus ditegakkan dengan baik agar kasus ini tak semakin melebar. Juga antisipasi agar komunitas serupa tidak kembali muncul di platform digital. (Beritasatu.com, 17/05/2025)
Keluarga adalah tatanan terkecil dalam sebuah masyarakat. Keluarga didalamnya penuh dengan kasih sayang dan kehangatan. Seseorang yang sudah penat atau lelah bekerja, rumah harapannya tempat untuk melepaskan semuanya. Diantara anggota keluarga saling menyayangi, orang tua menyayangi anak-anaknya, Kakak menyayangi adik-adiknya. Inilah keluarga yang kita dambakan selama ini.
Namun kondisi keluarga saat ini banyak yang tidak kita harapkan. Rumah seperti neraka, pertengkaran suami istri terjadi didalamnya. Bahkan yang lebih miris lagi kekerasan seksual pernah terjadi di dalam keluarga. Sekulerisme salah satu faham yang memporak-porandakan tatanan keluarga. Sekularisme dengan faham kebebasan menganggap agama sebagai candu. Agama haram mengatur aturan manusia. Wajar saat ini negeri ini terjangkiti penyakit inses. Mereka tak memandang halal haram. Jelas hubungan sedarah diharamkan dalam agama Islam. Namun mereka terobos demi mengikuti fantasi hawa nafsunya. Dengan mengatasnamakan kesenangan sesaat mereka menghalalkan hubungan sedarah. Inilah buah penerapan sistem kapitalisme sekuler. Tanpa agama maka yang berkuasa hawa nafsu dan akal manusia yang lemah dan menyesatkan, rusak dan merusak.
Sangat mengerikan fenomena inses di tengah masyarakat saat ini. Saudara sedarah menjadi pelampiasan hawa nafsunya. Pelaku tidak peduli bahwa itu adalah perbuatan haram. Mereka mencoba-coba atau berfantasi demi melampiaskan nafsu bejatnya. Ini menunjukkan Agama tak berlaku lagi di kalangan pelaku inses.
Jelas-jelas inses merusak naluri manusia, seharusnya naluri dipenuhi dengan aturan Allah. Inses yang terjadi pada saat ini menimbulkan dua kerusakan besar yaitu kerusakan nasab dan menimbulkan ancaman kesehatan yang menakutkan. Akibat dari Inses nasab atau garis keturunan menjadi rusak. Tidak ada lagi posisi ayah, ibu, anak, paman, cucu dan lain sebagainya. Inses juga menimbulkan kerusakan lain yaitu cacat dan penyakit pada anak dan keturunan. Hal ini sudah dibuktikan secara medis pada dunia kedokteran modern saat ini.
Kerusakan inses sudah di depan mata. Namun penguasa sangat lamban dalam mengatasinya. Jika hal ini tidak menjadi perhatian yang serius dari penguasa maka akan mengancam nasab manusia. Butuh sistem alternatif yang mampu mengatasi kasus inses ini. Sistem tersebut jelas bukan sistem kapitalisme sekuler, karena sistem ini buatan manusia yang jelas rusaknya. Sistem alternatif tersebut adalah sistem Islam yang terbukti mampu mengatasi dan menyelesaikan kasus inses.
Islam Melindungi Nasab
Mungkin bagi kalangan non muslim nasab atau garis keturunan bukanlah persoalan penting. Dalam pandangan Islam nasab memegang penting. Nasab berperan dalam perwalian, hak nafkah, hukum waris dan lain sebagainya. Islam adalah Diin yang memperhatikan nasab dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karenanya Islam mengharamkan Inses untuk menjaga kemurnian nasab manusia.
Praktek Inses sudah terjadi pada masa jahiliyah, Masa sebelum Islam datang. Salah satu kebolehan Inses pada masa jahiliyah adalah kebolehan seorang anak menikahi mantan istri ayahnya atau ibu sambung. Ketika Islam datang, praktek Inses dan juga pernikahan sedarah diharamkan. Hal ini Allah sampaikan dalam Al Qur'an surat An-nisa ayat 22-24.
Sistem Islam Mampu Mengatasi Inses
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur dari masuk WC sampai masalah negara. Islam mewajibkan negara untuk mengatur rakyatnya dengan aturan Allah semata, termasuk didalamnya masalah keluarga.
Islam menjawab tentang permasalahan inses. Dalam pandangan Islam hubungan atau pernikahan sedarah haram hukumnya. Hal ini sebagai firman Allah dalam Qur'an surat An-nisa ayat 22-24. Negara menyiapkan berbagai langkah pencegahan agar inses tak semakin menyebar. Langkah yang dilakukan penguasa adalah membangun ketaqwaan individu, menutup semua celah terjadinya Inses, amar ma'ruf dari masyarakat dan yang terakhir negara akan memberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang terbukti melakukan perbuatan Inses.
Sistem sanksi tegas yang akan membuat jera, sekaligus penebus dosa bagi pelakunya. Islam tidak menyebut istilah 'pernikahan' dalam praktek Inses, tetapi para ulama menyebutnya perzinahan terhadap mahram. Semua bersepakat haram secara mutlak berdasarkan nas qathi'. []
Posting Komentar