Oleh Ummu Diaz
Aktivis Dakwah
Peluang rusaknya mental generasi saat ini salah satunya dari sebuah game online yang sangat digandrungi dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa, berbagai macam permainan dihadirkan dari permainan menyusun kata sampai permainan yang berbentuk kekerasan semua tersedia.
Namun tidak kita sadari dari permainan bisa membentuk karakter manusia, dari yang rajin menjadi malas, dari pendiam menjadi agresif tergantung apa yang dia mainkan. Di balik game online ada kerusakan yang ditimbulkan bukan sekadar menghabiskan materi, namun dari permainan dijadikan inspirasi untuk melakukan hal buruk misalnya bunuh diri, buliying, teror bom sampai pembunuhan.
Seperti yang terjadi di Medan baru baru ini seorang anak perempuan yang masih duduk di kelas VI SD berinisial (AI) 12 tahun, yang melakukan pembunuhan kepada ibu kandungnya (F) 42 tahun.
"Al melakukan perbuatan itu diduga terobsesi dari permainan game online serial anime, sebagaimana pelaku melihat permainan Murder Mysteri pada seoson kils others menggunakan pisau," kata Kapolrestabes Kombes Jean Calvin Simanjuntak saat konversi pers. (DetikNewsSumut, 29/12/2025)
Kasus yang terjadi saat ini hanya segelintir masalah yang terjadi di negara ini, yang seharusnya pemerintah sudah lebih fokus bagaimana caranya mencari solusi atas apa yang terjadi. Karena masalah ini akan terus berkelanjutan apabila tidak ada solusi yang jelas dan akan merusak anak-anak bangsa. Mulai dari rusaknya akal dan mental dan ini butuh penanganan yang lebih serius, bukan sekadar wacana atau sekadar pengawasan atau penanganan yang sifatnya sementara tapi butuh solusi yang bisa menyelesaikan sampai kepada akar permasalahannya.
Game online ini secara perlahan akan mempengaruhi dari fisik pastinya merusak mata akan mengalami kelelahan, mudah sakit kepala, badan mudah sakit karena sendi otot melemah karena kurangnya gerak, belum pola tidur rusak dan ini akan mempengaruhi fisik dan mental.
Belum lagi gangguan mental mengakibatkan mudah stres, gangguan kecemasan, depresi dan isolasi sosial, akhirnya emosi tidak stabil sulit mengontrol diri. Apalgi Kalau sudah kecanduan rasa ingin bermain yang sangat kuat tidak mau berhenti dan bisa mengakibatkan gangguan jiwa dan ketika itu terjadi anak akan lupa dengan kewajibannya belajar dan melakukan kewajiban sebagai seorang muslim.
Nemun kerusakan yang diakibatkan dari game online ini dijadikan ladang bisnis untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya bagi para kaum kapitalisme. Mereka malah justru berlomba-lomba membuat permainan-permainan baru berinovasi supaya permainan itu semakin menarik dan anak-anak semakin tertarik untuk memainkannya.
Faktanya terjadi di negara Kapitalisme, mereka sengaja membiarkan kerusakan terjadi walaupun taruhannya adalah rusaknya anak-anak bangsa dan penguasa seakan-akan melepaskan kewajibannya untuk mengurusi umat yang seharusnya mereka sudah menyiapkan strategi supaya masalah game online yang menimbulkan kerusakan sampai menghilangkan nyawa manusia harusnya sudah punya solusinya supaya masalah ini tidak berkelanjutan yang bisa terjadi akan lebih besar lagi akibatnya. Bukan sekadar wacana untuk memblokir game online yang mengandung kekerasan, dan menghimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya supaya bisa lebih dikontrol lagi apa yang dimainkan oleh anak-anaknya. Padahal peran terbesarnya ada di pemerintahan, mereka bisa melakukan tindakan dengan memblokir semua situs game online karena mereka punya hak untuk menutup akses game online secara permanen karena pemerintah bisa membentuk regulasi yang mengikat pengembang dan distributor game online mengenai konten perlindungan data pribadi dan transaksi dalam geme online. Hal ini ini bisa membantu pencegahan penyebaran konten berbahaya seperti kekerasan ekstrim atau pornografi yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk memutus kerusakan terjadi.
Menurut Islam sebenarnya hukum game online itu mubah (boleh), tetapi bisa menjadi haram jika mengandung unsur judi, pornografi, atau menyebabkan kelalaian dari ibadah seperti shalat, menuntut ilmu, dan sampai lupa mencari nafkah bagi yang sudah berkeluarga, serta permainan yang bisa membahayakan diri seperti kecanduan, fisik dan rusaknya mental dan hal-hal yang dilarang agama seperti mengandung kekerasan dan melakukan penipuan.
Game online yang sedang diminati banyak kalangan ini yang menimbulkan banyak kerusakan membutuhkan solusi yang hakiki dan pastinya dimulai dari kesadaran umat dimulai dari keluarga sebagai orang tua kita harus lebih paham lagi apa dampak dari game online bagaimana pun juga anak-anak bisa mengakses game online bisa jadi dari kelalaian orang tua, ditambah negara mengabaikan apa yang terjadi akibat dari game online karena menurut negara game online itu dijadikan bisnis, karena bisa mendapatkan keuntungan materi yang sangat besar. Padahal seharusnya umat harus lebih sadar apa peran negara, Apalagi sudah jelas apa dampak dari game online itu sendiri, dan pemerintah mengorbankan rakyatnya demi keuntungan yang tidak sepadan dengan kerusakan yang ditimbulkan dari perizinan game online tersebut. Masalah game online ini akan berdampak pada rusaknya generasi penerus bangsa apalagi bagi umat muslim yang sudah mulai tampak di depan mata mereka asyik main game dan mereka lupa akan kewajibannya sebagai seorang muslim dengan mudah meninggalkan shalat dan mengikis keimanannya hanya gara-gara game online.
Krisis remaja islami sebagian diakibatkan dari kecanduan geme online. Seharusnya umat menyadari game online hanya sebagi alat yang sifatnya sementara, tapi efeknya bisa merusak masa depan dan menghancurkan impian-impian untuk melanjutkan kehidupan Islam dan umat seharusnya punya pegangan untuk menjadi penguat keimanan dengan tidak melupakan kewajibannya menuntut ilmu, mengkaji Islam kaffah, bergabung dalam dakwah, agar umat tahu betul batasan-batasan ketika melakukan pekerjaan yang sifatnya mubah karena yang tadinya hukumnya mubah karena kelalaian bisa berganti hukumnya menjadi haram.
Inti solusinya adalah dengan amalan dakwah kepada penguasa itu sebuah kewajiban dengan amar makruf nahi mungkar, mengingatkan penguasa untuk kembali kepada sistem Islam dengan menerapkan syariat Islam dengan benar, maka masalah game online ini bisa tahu apa solusinya dan ketika penguasa menerapkan hukum-hukum untuk adanya praktik game online maka umat bisa menyadari dampak buruknya diakibatkan dari game online dan bagi pelaku bisnis game online diberi sanksi sehingga menimbulkan efek jera dan menimbulkan ketakutan ketika melanggarnya.
Umat pasti rindu dengan negara ini yang menerapkan hukum syariat untuk mengatur umat dan menjaga anak-anak kita dari perilaku yang salah, menjamin ketakwaan setiap individu, memberikan ketenangan setiap jiwa dengan memberikan pendidikan yang islami sehingga mudah mencetak generasi -generasi yang cemerlang dan mulia. Dan itu semua butuh negara Islam yang pastinya sistemnya dari Islam yang sumbernya dari Wahyu Allah yang sesuai dengan fitrah manusia .
Waallahualam bissawab. []
Posting Komentar